Mereka yang “Tuli” atau Kita yang “Buta”

20120916-031728 AM.jpg

Membaca buku tentang sejarah Indonesia ketika Indonesia dipimpin seorang presiden yang menjabat selama 32 tahun dan berbincang dengan beberapa orang yang merasakan langsung masa-masa kala itu. Indonesia dibutakan dengan biaya kehidupan yang murah tapi tidak tahu maksud dari itu semua dan kenapa semua itu terjadi. Setelah sadar telah dibutakan, Indonesia bergejolak dengan melakukan beberapa tindakan agar semua ini terselesaikan, tapi mereka yang telah membutakan kita menjadi tuli dan butuh waktu sampai mereka bisa mendengar.

YNWA, Shankly’s Quote

Dua tweet paling populer ketika tim ini (LFC) mengalami kekalahan. Bosan? Pastinya bosan melihat tweet tweet itu terus yang selalu keluar. Ketika sebuah kritikan dianggap karbitan, ketika seorang legend dianggap hal suci yang haram untuk dihina dan ketika pelatih layaknya tempat ludah untuk membuang semua kekesalan ketika point 0 berada di genggaman.

Kita (fans) telah buta?

Ya! Kita telah terbuai dengan semua sejarah dan terbuai dengan kata kata “We Won It Five Times”. Kita buta, kita terlalu mempersempit apa arti dari “YNWA”. Kita selalu beranggapan bahwa kritikan adalah tindak menyimpang dari YNWA, dan selalu memuji, bersabar dan menunggu apapun hasil yang di dapat dengan fakta nya bahwa kita seperti orang muka dua.

Mereka (Team) telah tuli?

Ya! Mereka tuli! Seperti roller coaster yang terkadang bisa tinggi dan menjadi mood booster terbaik tapi bisa menjadi penghacur mood yang penampilan nya seperti tim yang tidak memiliki passion untuk memenangkan pertandingan. Mereka tuli seakan tidak mendengar suara suara akan dukungan dari supporter untuk mereka tapi mereka terkadang acuh tak acuh akan hal itu.

Its All About “Time”

Waktu? Beri mereka waktu? Waktu dalam hal agar kita tetap buta dan mereka tetap tuli? Kita harus melihat dan tidak terbelenggu dalam kebutaan ini, kita harus sadar bahwa tim ini membutuhkan sebuah tamparan kecil untuk mereka sadar kita selalu mendukung mereka dan ingin melihat mereka bermain lebih baik. Dan tim harus melepaskan penyakit tuli mereka, selain bermain untuk tim adalah mata pencaharian mereka, mereka harus sadar bahwa fans ada di belakang mereka bukan seperti bayangan yang selalu di belakang, diam dan mengikuti kemana arah pergi nya.

Setelah God (Fowler) berhenti mengabdi di Liverpool dan hadir nya Messiah (Messi) di Barcelona apakah Liverpool harus menunggu datang nya “Lucifer” agar bisa menyaingi atau bahkan mengalahkan tim sekelas Barcelona yang disebut sebut tim terbaik di dunia?

YNWA!

@LFC_Hardline

About these ads

20 responses to “Mereka yang “Tuli” atau Kita yang “Buta”

  1. Bicara sesuai keinginan sah sah aja.. Tapi nggak perlu ngurusin sikap orang juga kayaknya :)) just respect each others.. Kita punya cara sendiri tuk tetep support team.. Jadi gak perlu membuat setiap orang memiliki pandangan kaya situ. Jadi seolah olah terkesan situ paling bener dalam nunjukin cara ngedukung team ini.. Mungkin itu yg ane sering tangkap dari berbagai tweets situ :) cheers!

    • Ah nggak juga. Kalo ngerti,kami justru open sama semua pendapat baik pro dan kontra. Yang kami ga suka kalo sok tau,bicara tanpa data,caper,dan lain sebagainya.

      Kami menampung pendapat antimainstream,selama didukung oleh alasan yang tepat.

      • Iya jadi buat apa mengkritik supporter lain? Sedangkan situ punya prinsip you tweet, say, do, whatever what you want yg dengan kata lain nggak pengen di “urusin” orang lain secara nggak langsung. Gimana kalo orang lain punya prinsip sama kata situ? Jadi sah sah aja dong mau ngedukung kaya gimana juga :D they say, do what they want.

  2. Mereka tidak tuli tapi mereka bodoh brmain tdk dengan hati, tidak ada semangat dan mental tempe dan kami pun tidak buta tapi kami percaya.
    Percaya kepada pemain yg justru bodoh seakan tidak mengerti ada fans yg selalu brharap dan kami pun berharap kepada pemain yg bodoh. Menyedihkan ? Ya Tapi kami selalu prcaya semua akan berubah karna pemain bodoh juga akan pandai ketika mereka sadar kata YNWA .
    Mungkin bukan tamparan kecil mungkin harus di tonjok agar mereka sadar dengan gaji besar tanggung jawab pun besar !

  3. Jadi, cara menolak buta dan mencoba berteriak itu gimana bro?
    Inti dari menjadi suporter liverpool itu kan adalah “YNWA”, itu yang bedain kita dari suporter lain. Kita tetep sing the chants dan support pemain kita tujuannya agar mereka semangat dan inget harus melakukan yang terbaik buat kita semua.
    jadi kalau anda bosen dengernya saya nggak ngerti anda itu suporter apaan.
    Saya pribadi sih mengukur kesuksesan tim ini nggak semata-mata dari poin dan klasemen, tapi ngeliat suporter di anfield sana yg tetep nyanyi meski kita kalah bikin saya sadar kita ini tim besar :)

  4. Yang paling gue ga suka ,rata2 fans liverpool sekarang kalo kalah selalu ngandalin sejarah,terbuai sama sejarah klub.ya memang klub kita ini mempunyai sejarah yang sangat besar,tapi kita harus move on.coba liat keadaan kita sekarang ,berbanding terbalik dengan sejarah kita dulu,kita harus menatap kedepan jangan kebelakang,.yang dulu dulu deh ,

  5. Liverpool sudah jauh tertinggal dari club yg selama ini menjadi saingan dipapan atas.kita harus realtistis kita sebagai fans jangan bangga dengan sejarah club ini,sepak bola sudah jauh berkembang,haruskah kita menunggu datangnya seorang shankly dan merombak semua pemain?tapi kayaknya sulit

  6. Bukan hanya dari timnya kenapa saya sangat mencintai Liverpool..tetapi jiwa dari liverpundiannya..fansnya..mereka selalu ada dibelakang tim..saat menang maupun kalah..itu arti YNWA sebenarnya..

  7. Setuju Ane sama pendapat ente bro! Biasanya liverpudlian kalo udah kalah ya of ngomong ‘if u can’t support us when we lose or draw..’ Dan ngomongin sejarah Sampe capek dengernya.. Bangun woy kita harus melangkah maju bukannya terus melihat kebelakang!
    Kaya gini nih biasanya percakapan LFC fans & CFC fans:
    LFC: you got no history
    CFC: yeah and you got no future
    LFC tuh harus berubah jgn cuma diem doanglah.. Bener kata ente Tim ini butuh tamparan..

  8. Sebagai sesama fans klub yg kita cintai, Liverpool FC saya setuju dgn artikel anda diatas terutama dalam hal “Arti kata2 we won it 5 times & YNWA”. Kita fans LFC dan mereka para pemain terlarut dlm keindahan masa lalu. Kita memang salah satu tim besar di inggris bahkan eropa tetapi itu dulu, skrg? musim lalu aja kita diolok2 oleh tetangga (everton) apalagi sm MU dll?..Skrg manejemen menerapkan sistem membangun tim utk masa depan. well, maksud yg baik dan bijaksana tetapi dalam waktu yg salah! kita sudah 20 thn gak juara liga,tertinggal jauh dr tim2 medioker era 90an (man city,chelsea,spurs dll) dan sangat tertinggal jauh dr MU yg dimana mereka rival kita!!.. Sungguh menyedihkan emang melihat kondisi tim yg kita cintai ini skrg,tetapi itulah kenyataannya dan kita hanya bisa berharap semoga membangun tim yg diterapkan oleh FSG bersama Rodgers dan pasukannya bisa membungkan rival kita..Amin..Dan perlu diingat meskipun sama2 membangun, kondisi Liverpool era Bill Shankly berkuasa berbeda jauh dgn era Rodgers berkuasa saat ini..YNWA!

  9. Ane cuma mau nyinggung tentang tulisan ente “dan hadir nya Messiah (Messi) di Barcelona apakah Liverpool harus menunggu datang nya “Lucifer” agar bisa menyaingi atau bahkan mengalahkan tim sekelas Barcelona” , kita berbicara tentang penyusunan kalimat , dan ini fatal ll, ya anda melakukan kesalahan yang sangat fatal

    Messiah (Imam Mahdi) & Lucifer (Dajjal)

    “datang nya “Lucifer” agar bisa menyaingi atau bahkan mengalahkan tim sekelas Barcelona” , disini barcelona di sangkut pautkan dengan “Messiah(Imam mahdi) = Messi
    Disini anda mengatakan bahwa Lucifer(Dajjal) Mengalahkan Messiah(Imam Mahdi) , you know it’s a fatal sentence !
    Udah , ane cuma mau ngasi statement segitu aja , coba anda perdalam dan cari kebenaran tentang statement saya

    saya tahu , ini hanya sebuah pencitraan tentang kondisi LFC sekarang , tapi bukan berarti anda dapat dengan mudah ‘merubah takdir’ suat agama bukan ?

    • mungkin pikiran anda yang masih terpaku dengan agama. ini hanya analogi nya saja. kalo mau debat bawa bawa agama berarti semua fans liverpool yang beragama dan setuju akan sebutan Fowler yaitu God berarti semua nya sesat? terkadang kalo membaca tulisan harap diliat dari berbagai sisi. yang fatal itu mungkin anda masih dalam satu sisi saja menangggapi tulisan kami. cheers!

      • Yasudah , kita tidak usah membawa embel embel agama , saya juga mengerti itu hanya analogi saja , saya tidak hanya terpaku dari sisi agama , saya bisa melihat tulisan ini dari sisi lain , toh saya hanya mengoreksi kesalahan anda saja kan ?

        ‘semua fans liverpool yang beragama dan setuju akan sebutan Fowler yaitu God berarti semua nya sesat’ , bukan begitu mate
        siapa sih yang tidak kenal dengan fowler?
        siapa juga yang tidak kenal dengan tuhannya masing masing? , bisa lah di bedakan , haha Cheers!

  10. Begitulah untk keadaan liverpool saat ini yang gk tau hrus bilang apa, mengkritk dianggep gk suporter sjati, udah lah setiap kkalahan akui aja dan btuh prubahan , bukan ngeles melalui sjarah di msa lalu yang hebat . pikirin yng skarang aja bgaimana kmbali brjaya bukan slalu dihbungkan dngan kjayaan di masa lalu. tatap masa depan

  11. Iya bro bener kita sebagai fans emang ya harus terus mendukung tapi juga harus tau gimana kondisi klub kita sekarang,kalo ngomongin sejarah emang ga ada habisnya,mau sampe kapan kita ngomongin sejarah? Jujur kita udah tertinggal sama MU,chelsea,man city,arsenal bahkan liverpool sempat di anggap bukan big 4 lagi. Mentalitas,antusias dan bermain cerdas itu semua udah ngga ada pada tim sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s