Hillsborough, JFT96, dan Artinya Untuk Kita

20120913-130715.jpg

Tragedi Hillsborough telah terjadi 23 tahun yang lalu. Sembilan puluh enam suporter sepak bola (dalam hal ini Liverpool) pergi menonton bola dan tidak kembali ke rumah. Korban selamat dan keluarga dari mereka (baik yang hidup dan meninggal) selama 23 tahun mengalami ketidakadilan.

Alih-alih korban, mereka malah dianggap sebagai penyebab tragedi itu. Mereka dikatakan sebagai pemabuk, pencuri dari mereka yang meninggal, dan berbagai tuduhan keji lainnya. Orang tua dan anak-anak yang meninggal di cek kadar alkoholnya, hanya untuk mencari-cari kesalahan. Mereka juga di cek catatan kriminalnya. Data-data kejadian dirubah dan dihapus. Kebohongan diceritakan.

Hillsborough 1989 memang terjadi di Inggris, ribuan kilometer dari tempat kita membaca ini sekarang. Tapi ada pelajaran yang bisa diambil dari sini: Kebenaran akan selalu muncul, hanya kapan, dan sekeras apa kita mencarinya.

Di Indonesia , kebohongan dan ketidakadilan ada setiap harinya.

Kematian fans dan suporter sepakbola terjadi sepanjang tahun. Seringnya dianggap “kecelakaan” yang tidak bisa dihindarkan. Semua dianggap biasa saja. Sewajar program Keluarga Berencana yang dimaksudkan membatasi jumlah penduduk. Tidak ada yang mencari keadilan. Mereka dianggap “orang-orang biasa” yang memang sudah saatnya meninggal. Madness.

Saya memang bukan pemerhati sepakbola nasional. Walaupun saya selalu mendukung timnas Indonesia di teve nasional, saya mendukung dengan was-was. Bukan was-was karena kalah (ah, kalah itu sudah jadi nama tengah PSSI), tapi bagaimana attitude pemain saat itu. Kadang begitu memalukannya, dengan sengaja kalah. Bila harga diri saja sudah jadi hal remeh-temeh untuk warga Indonesia, maka wajar saja bahwa kita melihat nyawa orang lain tidak ada harganya.
20120913-130838.jpg

Keadilan dicari bukan hanya dilapangan bola. Termasuk pada kasus Munir, Marsinah, Bank Century, G30S/PKI, kerusuhan 1998, dan ribuan kasus lainnya di Indonesia. Masalahnya adalah, sekeras apakah usaha kita, warga Indonesia, mencari keadilan itu? Apakah kita hanya mengharapkan keadilan itu datang dari langit?

Masyarakat kota Liverpool, walaupun terpecah rivalitas dua klub, bersatu dan memaksa kerajaan Inggris meminta maaf akan kesalahan yang sudah mereka lakukan. Kota Liverpool menggedor-gedor pintu keadilan itu selama 23 tahun tanpa lelah sebelum pintu itu akhirnya terbuka. Dari para pastor sampai para penyaji bir-bir di pinggiran kota.

Kita seharusnya dapat belajar banyak hal dari sini. Bahwa nyawa manusia Indonesia berharga sangat mahal dan patut diperjuangkan. Bahwa kebenaran dan keadilan pada akhirnya akan datang ketika diperjuangkan. Bahwa “at the end of the storm, there will be…” well, saya yakin kalian semua bisa menjawabnya.

¡Hasta la victorie siempre!

Advertisements

2 responses to “Hillsborough, JFT96, dan Artinya Untuk Kita

  1. di Indonesia apalah artinya nyawa? Membunuh dan mencuri sendal polisi aja sama hukumannya. Jadi kayak nyawa cuma dihargain 20 ribu! ckckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s