The Luis Suarez Dilemma

Luis Suarez no 7

The Upper Side

Tidak ada yang dapat menyangkal bahwa Luis Suarez adalah seorang pesepakbola kelas dunia. Dimanapun dia bermain, pemain asal Uruguay ini selalu konsisten menbuat para bek lawan tidak bisa tidur malam sebelum pertandingan.

Bukan hanya itu, Suarez adalah tipikal pesepakbola yang bermain dari hati. Seperti kata Brendan Rodgers dalam salah satu wawancaranya: “He runs on emotions.” Suarez selalu bermain seakan-akan tidak ada hari esok lagi untuk bermain bola. Seperti seorang anak yang keasikan bermain bola di taman depan rumahnya. Selalu berlari meminta bola, tidak takut kontak fisik dengan bek-bek yang bertubuh lebih besar, serta percaya diri menembak dari sudut yang tidak masuk akal sekalipun.

Hanya beberapa hari sepulang dari membela Uruguay pada kualifikasi Piala Dunia, dan salah satu dari beberapa pemain Liverpool yang selalu bermain pada setiap pertandingan, Suarez bermain pada laga melawan Sunderland seakan-akan dia libur satu minggu. Suarez adalah contoh pesepakbola yang tidak rewel akan jadwal padat. I love the man. I really do.

Sayangnya, tidak ada manusia yang sempurna.

The Lower Side

Sifat emosional dan tidak berhati-hati Suarez berimbas pada konflik berkepanjangan dengan Patrice Evra, yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi permainannya, bahkan penerimaan publik Inggris dan dunia terhadap seorang Luis Suarez. Tanpa bermaksud berpanjang lebar pada konflik ini, saya sendiri berpendapat seharusnya Luis Suarez dapat menghindari konflik ini. Mengatakan “negrito” pada negara “serasis” Inggris adalah kesalahan yang tidak perlu.

Hal itu diperburuk dengan gaya permainannya. Ada kalanya Suarez seakan-akan menderita “kelainan keseimbangan,” sehingga mudah sekali terjatuh di lokasi-lokasi menguntungkan. Saya tidak mengatakan Suarez adalah diver, seperti Sergio Busquet. Saya hanya mengatakan bahwa ada kalanya ketika saya ragu-ragu bahwa Suarez dilanggar. Mari kita jujur pada diri kita sendiri. Akankah kita menghargai Suarez seandainya dia bermain untuk tim lain? Ataukah malah kita adalah orang-orang yang meneriakinya sebagai rasis dan tukang selam (diver)? Lebih baik untuk saya bila Suarez menghindari berbagai kontroversi. It hurts me to hear him booed.

Belum lagi saya pikir Suarez sering membuang-buang energi dengan memprotes keputusan wasit, lalu terlihat frustasi ketika wasit seringkali tidak memihak kepadanya, tidak lama kemudian dia melakukan tackling ceroboh. Kartu kuning. Hal seperti ini ada akhirnya merugikan tim secara keseluruhan.

What the Future Holds?

Pertanyaan lain adalah: Apakah Suarez akan tinggal lebih lama bila Liverpool terus berada di level papan tengah?

Saya rasa ada kemungkinan (dan ini tidak kecil) bahwa pada akhir musim ini atau musim depan, bila keadaan klub tidak membaik, Suarez akan meminta transfer.

Luis Suarez adalah satu-satunya pemain Liverpool yang akan langsung berada di starting eleven klub-klub besar Eropa lain semacam Madrid, Barca, Munchen, atau Juventus. Dan klub-klub ini juga mampu membayar lebih mahal gaji Suarez, kemungkinan mendapatkan gelar, dan melepaskannya dari hinaan publik Inggris yang keji.

Saya pikir hal ini menempatkan klub dan supporter dalam keadaan dilematis. Di satu sisi, passion Luis Suarez menggambarkan bagaimana passion klub dan suppoerternya. Di sisi lain, berbagai masalah juga menempatkan klub dalam posisi yang tidak nyaman.

Tidak ada yang lebih saya inginkan daripada kesuksesan klub dengan Luis Suarez di dalamnya. Namun baik klub dan Luis Suarez berhak menentukan apa yang terbaik bagi keduanya. Dan saya bersiap-siap untuk kecewa lagi.

What do you think, mates? Leave your comments below.

Advertisements

10 responses to “The Luis Suarez Dilemma

  1. Yeaahhh…
    Luis yg harus menentukan masa depannya sendiri,if he want to be a champion with us, let us know how champion he is…..

    Saya kira kalo memang hatinya tertambat as a scouser,he will play harder and much harder than people think!
    sekali lagi its depend on luis himself,
    So…..
    sajian lawan MU besok akan memperlihatkan ,se-scouser apakah luis itu?
    #YNWA

  2. Very true. I am afraid, very afraid that Suarez will leave in the (near) future if our league position is still mediocre. I mean, he was brought here in the first place, to be the strike partner of our Judas, so that once again we become a worthy contender of the PL, not just aiming for the Big Four and CL qualification. But shit(s) happened, and look at where we are now.
    He is a true world-class player and that’s why our club must move forward, higher, to the competition level where skills and potential that he possesses really belong.

  3. Bermain dalam tekanan , intimidasi , caci maki
    Jelas performa ‘el pistolero’ drop , bersikap emosional , dan acuh tak acuh
    Realistis aja mate , suarez bukan manusia yang sempurna , bisa jadi musim depan akan minta di ‘tranfer list’ , atau bahkan januari mendatang

    Kita harap yang terbaik aja mate , cheers 🙂

  4. Gue sih gabakal setuju kalo Luis Suarez ditransfer dan bermain untuk tim lain. Suarez itu pemain hebat, dia juga cukup tajam untuk ukuran seorang striker.
    Setiap manusia punya sifat jelek, ga ada yg sempurna.
    Ga bisa ngebayangin deh kalo Liverpool tanpa Suarez, pasti terasa hambar dan
    Intinya Liverpool butuh Suarez !

  5. Kalo menurut gw kalo liverpool begini terus kondisinya,cepat atau lambat dia bakal kayak torres.yaa kita berharap yang terbaik aja,datang dan pergi pemain itu hal yang wajar kok yang penting tetep dukung liverpool 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s