A Roller Coaster Ride

Tulisan ini saya buat sebelum pertandingan melawan Norwich minggu lalu. Kemenangan besar atas Norwich akan memudahkan pembaca memahami apa yang saya maksud roller coaster ride. Minggu sebelumnya di bawah, sekarang di atas. But, hey, it’s life.

Image

Suso – Suarez – (Sterling)

Sebuah mis kontrol antara Daniel Agger dan Glen Johnson menyebabkan Antonio Valencia bisa berlari bebas dan berhadapan dengan Pepe Reina. Valencia menjatuhkan diri tepat ketika Johnson berada dibelakangnya. Mark Hasley memberi penalti. Agger ditarik cedera. Van Persie mencetak gol kemenangan United. Martin Kelly pun terpaksa keluar karena cedera. Liverpool turun ke peringkat 18, tanpa kemenangan dalam 5 pertandingan awal, tanpa clean sheet, memasukkan 4 gol dan kemasukan 10.

Kejadian seperti ini seharusnya memicu kekhawatiran besar bagi para suporter. Keadaan yang kurang lebih sama (bahkan mungkin lebih baik) pada rezim Roy Hodgson menimbulkan kegelisahan yang menyebabkan bos Timnas Inggris ini hanya bertahan 6 bulan di Liverpool.

Tapi tabel peringkat tidak menjelaskan semua hal yang terjadi di lapangan.

This is a weird time. Saya (dan banyak suporter lain) tidak merasakan kekhawatiran berlebihan, bahkan makin anehnya, saya merasakan optimisme. Saya merasa bahwa tim ini punya harapan. Punya masa depan. Hal yang hampir tidak saya rasakan selama 2 tahun terakhir.

Tipisnya kedalaman skuad, tidak tajamnya para pemain depan, bahkan kericuhan pada transfer window memang membuat sedikit tidak nyaman. Namun tidak lebih dari tidak nyamannya menahan rasa kantuk saat rapat kerja. Its bearable.

Duo tim Manchester pulang membawa poin dengan cara yang lebih tepat disebut beruntung dan licik. Tim Liverpool saat itu jelas lebih menguasai permainan dibanding kedua tim itu. Namun memang, keberuntungan dan kerja keras kadang tidak berada dalam sisi mata koin yang sama.

Penampilan Suso dan Shelvey sangat menjanjikan, ditambah dengan Joe Allen yang sudah lebih dulu memantapkan posisi di starting line up. Hilangnya Agger dan Kelly dapat berarti kesempatan besar bagi Coates dan Wisdom merangsek ke tim inti. Belum lagi Flanagan dan Robinson yang sudah lebih dulu merasakan debut di Liga Premier. Hilangnya Lucas Leiva membuat Shelvey dan Henderson dapat bersaing memperebutkan tempat. Raheem Sterling membuat Stewart Downing seperti baru belajar menjadi winger. Yesil, Borini, dan Morgan siap membantu Luis Suarez membuktikan bahwa Liverpool tidak kekurangan stok pemain depan.

Bandingkan dengan betapa sedihnya permainan Liverpool dengan Konchesky dan Poulsen di lapangan. Liverpool bermain seperti pelacur yang sudah kehilangan gairahnya. Hanya ingin pertandingan cepat selesai. Menonton Liverpool kala itu ada kalanya saya merasa seperti sedang menyiksa diri sendiri.

Tapi walaupun sulit menerima kekalahan pahit minggu lalu melawan United, saya tidak terlalu khawatir lagi. Bahkan bila Brendan Rodgers menurunan pemain-pemain Next Gen Series di pertandingan Europa League, saya akan tetap bersemangat menonton. There’s nothing to lose anymore as there’s (maybe) nothing to win either. Buat saya, harapan akan masa depan yang lebih baik sangat cukup. Saya akan duduk manis dan menikmati petualangan musim ini. A roller coaster ride indeed.

Advertisements

6 responses to “A Roller Coaster Ride

  1. gue skg ngeliat Liverpool sbg salah satu tim paling berprospek,
    anak muda, asli didikan akademi,,
    ngelengkapin pemain2 senior yg udah malang melintang di dunia sepakbola professional.
    entah kenapa ngeliat anak2 muda main di lapangan, pake jersey Liverpool, bikin sensasi tersendiri buat gue..
    jam terbang itu emang paling dibutuhkan,
    dan Boss Rodgers sangat berani memberikan itu untuk para youngster yg gue yakin bakalan sukses, gausah nunggu terlalu lama..
    3 sampai 4 tahun lagi,
    mungkin Liverpool sudah bisa balik ke habitatnya sbg tim besar di EPL yg terkenal dg supporter setianya, kopites dan tentu saja liverpudlian,
    salam #YNWA

  2. Betul sekali. Karena memang dari pertandingan pertama sampai kelima, ada saja kesialan yang terjadi! Kartu merah Agger kontra WBA, City yang berhasil menyamakan hasil lewat dua gol hasil blunder, Sunderland yang tidak mempan dibombardir berkali-kali namun bisa langsung mencetak gol lewat satu kali counter-attack, lalu vs United yang dimana kekalahan kita disebabkan oleh pemain ke-12 mereka yaitu… ah sudahlah. (mungkin kecuali sewaktu vs Arsenal, memang kita bermain agak kurang baik).
    Walaupun vs Norwich tanda-tanda defensive error masih terlihat, namun sistem Rodgers sudah semakin tertanam di dalam permainan tim. Lihat saja sampai Gerrard yang biasanya terkenal tidak sabaran dan hobi sekali meluncurkan killer long pass ke target man, bisa terlihat dengan efisien memainkan short pass dengan Suso dan Sahin.

    Setelah fixture awal yang berat melawan tiga tim empat besar, para pemain akan semakin beradaptasi dengan taktik Rodgers, dengan lawan yang bisa dibilang lebih ringan dan… It can only get better.

    … sangat berlawanan dengan era Hodgson. Eh, adakah disini yang mau bahas taktik Liverpool era Hodgson? Dan kalau perlu dikomparasi dengan stats Rodgers 😛

  3. Samalah, saya juga hanya ingin menonton bagaimana (yg katanya) tiki taka ala rodgers di jalankan. Cuma kadang kesel aja liat suarez masih aja meremehkan bek dan kiper lawan.

    • Nah! Suarez ini terkadang masih terlihat sangat selfish ketika ada di dalam kotak penalti. Bila ada celah sih tidak apa-apa tapi ketika dia di marking oleh 2 orang atau lebih, maka jelas akan sangat sulit dia melepaskan diri. Akhirnya peluang akan terbuang bila dibandingkan ketika dia bisa mengoper bola tersebut ke pamain lainnya.

      Pertandingan vs Norwich kemarin, Suarez cukup efektif berada di posisi penyerang tengah meskipun dia tetap harus menyisir dari sayap ketika akan memasukkan gol. Dua dari tiga gol Suarez merupakan bola melebar dan saya pikir, Suarez memang lebih cocok bila menjadi striker yg melebar.

      Just my 2 cent.
      @DahumOnly

  4. Hasil yg roller coaster iya, tapi untuk performa, saya rasa grafik permainan LFC terus meningkat. Dan hasilnya bisa kita analisa lagi setelah minimum 10 pertandingan atau jelang masuk bulan Desember – Januari.

    Saya pribadi merupakan salah satu yg mendukung penuh Brendan Rodgers. #InRodgersITrust

    #YNWA
    @DahumOnly

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s