Review: Liverpool v Anzhhi Makhachkala.

Setelah dihebohkan dengan comeback nya posisi yang telah lama ada dan sekarang kembali booming yaitu “false nine dan libero”, pertandingan melawan Anzhi semalam memunculkan dua posisi baru yang mungkin saja akan menjadi posisi yang akan menjadi trend baru dalam taktik sepakbola. Stewart Downing tersangka terciptanya posisi baru ini. Babak pertama dia bermain di sisi kanan sebagai winger dan di babak kedua bermain di sisi kiri sebagai wing back.

Apa yang baru? Babak pertama Downing hanyalah sebagai pemain pelengkap untuk melengkapi starting eleven Liverpool. Tidak terlihat pergerakan membawa bola dan masuk ke sisi dalam pertahan lawan seperti layak nya pemain yang berposisi  inverted winger bahkan tidak terlihat crossing berbahaya dari pemain ini yang katanya karena crossing pemain inilah King Kenny dan Comolli bernafsu membawa winger ini ke Anfield. Sebut saja babak pertama ini Downing bermain sebagai “False Winger” pemain sayap yang tidak membawa bola dengan tujuan bisa melatih pergerakan nya andai saja ketika pensiun bisa menjadi hakim garis dan memberi kesempatan kepada pemain muda Oussama Assaidi biar bisa mendapatkan banyak kesempatan mengeksplore skill nya di saat mendapatkan minute of play nya. Betapa tidak egois nya Downing ini.

Babak kedua, Downing menggantikan posisi Glenjo yang babak pertama bermain sebagai bek kiri yang faktanya lebih banyak masuk ke daerah penalty lawan daripada Downing. Antara kabar Glenjo cedera atau Rodgers memang gambling dan sedang hangover sehingga tanpa sadar memindahkan posisi pemain yang pada babak pertama tidak terlihat menjadi posisi yang di babak pertama ada pemain sering mengancam daerah Anzhi. Hanya beberapa kali sentuhan dan pergerakan ternyata hasil judi Rodgers membuahkan hasil, GOAL! dari Downing tepat ke pojok kiri kiper Anzhi. Entah apa yang terjadi, mungkin Downing mengambil roh Roberto Carlos yang pada pertandingan semalam seperti mutant di film X-Men yang kehilangan skill nya hanya duduk memakai jaket tebal dan memakai kacamata. Kali ini Downing menciptkan posisi baru “False Wing Back”. Posisi yang dimana wing back jarang overlap membantu penyerangan jarang one on one dengan pemain lawan tapi mencetak goal. Terpujilah wahai engkau Downing!

Luis Suarez. Pemain yang kabarnya di jendela transfer kemarin di incar Juventus tapi menunjukkan komitmen nya ke Liverpool dengan perpanjang kontrak sepertinya mulai besar kepala. Ada saja hal aneh yang dilakukan pemain ini. Sebelumnya tragedi di piala dunia dia berkamuflase menjadi kiper untuk negara nya dan melakukan tindakan rasis ke Evra sekarang pemain ini seperti pemain yang sudah masuk ke dalam daftar Blacklist bagi wasit yang akan memipin pertandingan Liverpool. Jatuh, Protes dan mengangkat tangan sambil mengucap kalimat antah berantah yang mungkin hanya dia dan tuhan yang tahu. Itulah Suarez, badan dia lebih rentan dari daun kering yang akan mudah terbang di tiup angin. Bayangkan jika Liverpool melawan Madrid, mendengar teriakan Pepe mungkin Suarez akan menggeliat kesakitan sambil minta pelanggaran untuk Pepe. Ketika diving nya gagal dia lebih memilih untuk mengejar wasit dan protes dibandingkan mengejar bola yang direbut. Untuk skill, pemain ini memang luar biasa tapi konstan. Lawan lawan Liverpool seperti nya sudah tahu pergerakan Suarez. Mungkin pergerakan Suarez kalah berkembang nya dari cara mencontek pelajar tiap tahun.

Sisi pertahanan Liverpool semalam bermain baik dibalik sikap egois nya Eto’o. Dari Jones , Agger – Skrtel dan Wisdom – Glenjo (meskipun bermain hanya 1 babak). Posisi tengah nilai rendah untuk Shelvey. Dia terlalu maju dan jarang turun sehingga memaksa Sahin dan Gerrard bermain lebih deep yang berakibat jarang sekali passing passing pendek dan pergerakan tanpa bola di lapangan tengah layak nya tim yang bermain possession ball, meskipun statistik nya tidak buruk. Dan lagi lagi menit 70 keatas terutama di lapangan tengah kondisi fisik mulai menurun, pemain lebih memilih jalan dan membentuk barisan, untung saja tidak ada musik poco poco jadilah itu mereka senam bersama. Nilai tinggi untuk Assaidi, mungkin bisa di coba Assaidi – Sterling – Suso menjadi trio depan Liverpool.

Berterima kasih lah kita kepada goal luar biasa penuh kejutan dari Downing. Dan terima kasih untuk konsisten nya daerah pertahan dan pembuktian luar biasa dari Assaidi. Andai saja Carroll tidak di pinjam, dan semalam trio depan LFC adalah Joe Cole – Carroll – Suarez maka warkop DKI akan mencium kaki mereka karena kalah membuat hiburan di lapangan.

Advertisements

6 responses to “Review: Liverpool v Anzhhi Makhachkala.

  1. ternyata banyak banget sampah-sampah yang hidup cuma buat nulis beginian yang ga jelas background hidupnya dan keliatan banget sok tau tentang sepakbola.kalo merasa hebat jadi pelatih timnas kita ajah bung:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s