Match Review: Everton vs Liverpool

Dalam laga vs Everton kemarin ada beberapa hal yang dapat kami ambil.

The squad is worryingly thin in terms of quality and experience

Setelah cukup terhibur selama beberapa waktu dengan tampilnya beberapa pemain muda yang menjanjikan, pertandingan melawan Everton mengembalikan kita pada kenyataan. Everton tentu belum bisa dibilang tim berkualitas dunia, tapi faktanya mereka berada di peringkat 5 besar Liga Inggris, sedang Liverpool di peringkat 9… dari bawah. Tapi bahkan melawan tim berkualitas sedang macam Everton dengan pelatih underachiever bernama David Moyes, Liverpool seperti tim kekurangan gizi. Hampir sepanjang pertandingan Everton menguasai permainan. Liverpool bisa dibilang beruntung tidak tertinggal di babak pertama. Pemain-pemain muda menjanjikan Liverpool tidak terlihat benar-benar menjanjikan. Dan pemain di bench pun… ah, sudahlah. Rodgers harus lebih bisa memilih prioritas. 2 dari 3 pertandingan dimana Liverpool kalah possession terjadi setelah menurunkan tim utama di Europa League!

Playing Wisdom and Sterling against Europe most dangerous wing back in Baines plus Mirallas was a clever but risky move

Saya sendiri awalnya cukup yakin bahwa Sterling dapat merepotkan Baines sehingga Wisdom dapat menghadapi Mirallas lebih baik. Boy, I couldn’t be more wrong. Baines dan Mirallas menguasai sisi kiri dan mem-bully Sterling dan Wisdom. Tidak sedikit pun terlihat rasa kasihan dari Baines dan Mirallas yang tanpa henti merangsek maju bahkan memprovokasi kedua bocah ini. 45% serangan Everton berasal dari sisi kiri dengan Baines berhasil melakukan 16 crossing (7 akurat) dan 6 key passes. Destroyed.

Suso and Sahin might want to forget this game

Dua pemain tengah kesayangan fans kemarin benar-benar mengalami mimpi buruk yang tidak kalah seram. Sahin hanya melakukan 12 pass selama babak pertama (akurasi hanya 58%). Suso lebih baik dengan melakukan 17 pass (akurasi 88%). Keduanya tanpa key pass. Suso sama sekali tidak memberikan kesulitan bagi Seamus Coleman di sisi kiri. Player influence dari Opta pun menunjukkan bahwa Suso, Sahin, dan Sterling adalalah pemain paling minim kontribusi di lini tengah-depan. Mengerikan membayangkan bahwa ketiga pemain kesayangan publik Liverpool ini dibully oleh pemain macam Osman, Neville, dan Fellaini.

Rodgers is not a tactically-frigid manager that I was afraid he was

Sebelum pertandingan ini, saya terlibat diskusi dengan salah satu tactical titan di The Tomkins Times yang menyatakan bahwa Brendan Rodgers ini kurang fleksibel dalam menghadapi berbagai permasalahan taktik yang dihadapi. Memang sejauh ini terkesan begitu. Rodgers tidak percaya bahwa harus ada rencana cadangan atau Plan B. “There is just a case of making Plan A works,” katanya. Bloody hell. Oleh karena itu saya cukup terkejut dengan perubahan taktik menjadi 3-5-2 di babak kedua. Tampaknya rencananya adalah menguasai lini tengah yang di babak pertama adalah milik Everton. Ancaman Fellaini yang baik di udara, dihadapi dengan Sebastian Coates. Agger dan Skrtel cukup menjaga Jelavic. Sayangnya rencana ini kurang berjalan baik karena lini tengah Liverpool lagi-lagi terlihat seperti kekurangan tenaga. Mengerikannya lagi, entah bagaimana lini kanan yang sebelumnya sudah kerepotan dengan Sterling dan Wisdom menghadapi duo Everton gila, menjadi hanya Wisdom sendiri! Wisdom vs Baines plus Oviedo! Untung saja Mirallas ditarik!

Apart from his sometimes bad habits, Luis Suarez is a player that represent the passion of the club

Passion. Hal inilah yang sering hilang pada para pemain pro. Mereka bermain karena dibayar untuk bermain. Luis Suarez adalah sedikit dari mereka yang masih bermain dengan passion, bahkan kadang pada taraf yang mengkhawatirkan. Gaya diving-nya dihadapan David Moyes yang sebelum pertandingan menyebutnya diver adalah gaya sindiran yang brilian. Saya yakin ia sudah memikirkan itu sebelum pertandingan. Cerdas.

The Referee Strikes Again!

Betul-betul gila kualitas wasit di Liga Inggris ini. Ah, sudah! Jangan mulai dengan teori konspirasi lagi! Buang-buang waktu saja. Bila saja gol Suarez itu dianulir karena pelanggaran Coates terhadap bek Everton, saya bisa terima. Memang Coates terlihat melanggar dalam perebutan bola. Tapi, ah, sudahlah. Bosan saya membicarakan wasit. Cih.

Advertisements

19 responses to “Match Review: Everton vs Liverpool

  1. The young lads were mentally abused by the fans. Terutama Wisdom yg keliatan seperti orang bingung menghadapi Mirallas.

  2. Halo bro, tajem ya selebrasi diving Suarez didepan Moyes. Mungkin itu juga selebrasi untuk artikel dengan judul THE NEW LIVERPOOL WAY: TO DIVE OR NOT TO DIVE ;)))

  3. Dari segi permainan, scr objektif LFC lbh buruk dan LFC selalu kesulitan menghadapi tim dgn style long ball, pertarungan fisik dan bola udara. Size pemain LFC lbh mungil menjadi handicap.
    Perubahan taktik dr BR harus diakui cukup ampuh utk menghadang fellaini dan serangan dr wing back everton.
    Youngsters LFC spt nya grogi menghadapi laga ini. Laga derby memberikan atmosfer yg berbeda dan itulah kelemahan pemain muda yg belum siap scr mental.

    • Everton bermain long ball itu buat saya hanya isu saja. Stats menunjukkan EFC melakukan 66 long balls,tidak signifikan lebih banyak dari LFC yg melakukan 60 long balls. Short passes malah jauh lebih bagus EFC.

  4. Suso lumayan menjanjikan kok di babak pertama mainnya, gol prtama Liverpool jg kan berawal dr operan briliannya ke Enrique..yg gw sebel dari awal tu Sterling, suka maruk, apalagi yg babak kedua pas one on one sama Howard, grrrr…dan mnurut gw mulai second half, Wisdom harusnya uda bisa diganti Hendo..

  5. Menurut saya harus nya Sterling di tarik keluar di pertengahan babak kedua,assaidi menjadi pilihan tepat untuk merepotkan barisan pertahanan EFC,tp syg pikiran saya tidak sama dgn apa yg di pikirkan Coach Rodgers.

  6. apakah ini akibat dari hilangnya Lucas Leiva untuk beberapa saat ini? Apa kurangnya pemain bintang berkualitas tinggi dalam squad? Btw artikel dan analisanya sangat sangat bagus! (Y)

  7. With this thin squad (no Lucas, no prolific striker, no main full back) we are still able to give a tough game for the on-fire Everton,,, a fair result apart from the controversy

    For me, judging by the gesture of Everton’s player, Coates didn’t make any fucking foul… ah shit, no more talk about the ref

  8. Wajar bro, mental pemain muda lfc masih kurang. Tapi lumayanlah buat nambahin jam terbang sama pengalaman di atmosfer kyk gitu, supaya ga kaget lagi. Allen juga passionnya bagus bro, apalagi pas duel sama fellaini. Haha..

  9. Saya pikir Wisdom memang kesusahan menghadapi Baines and Wisdom, tapi sepertinya kritik untuknya jangan di lebih-lebihkan dan langsung menjatuhkan Wisdom. Kalau saja Glen Johnson dan Kelly fit
    sudah pasti mereka yang bakal di mainkan. Wisdom saya bilang sudah berusaha keras untuk meng-cover lubang yang di sisi kanan, memang usahanya tidak banyak berpengaruh untuk membendung serangan, tapi tetap harus di apresiasi, apalagi dia masih muda dan memang belum punya cukup pengalaman untuk menghadapai MIrallas dan Baines.

    • Tentu saja bukan salah Wisdom. Wajar saja kalau dia keteteran menghadapi Baines. Tidak ada yg terlalu menyalahkan. Cuma tampaknya kita terlalu cepat menyimpulkan bahwa Wisdom layak bermain dan dipercaya setiap saat. Tentu saja tidak adil buat Wisdom.

  10. Faktor stamina ? Mengingat jarak antar 2 pertandingan ini berdekatan…
    But , jika dipikir2 lagi , kemenangan sepakbola bukan berdasar statistik , tapi diliat dari gol yg di cetak.
    Nah Kecerdasan permainan baru di liat dari statistik , jika bermain cerdas , belum tentu meraih kemenangan , anda lebih suka tim anda menang bukan? Hahaha
    overall , salut sama mental para pemain muda kita ini , ya mestipun di abuse habis2an :))

  11. tapi inget,lfc menang loh andai kata gol terakhir tidak dianulir. ya lagi lagi selalu jd korban kdrt wasit,kita harus mulai terbiasa dgn hal itu,kalian pasti kesal,tim kesayangan kita yg sedang mencoba bangkit sering dirugikan oleh 1 pihak. 🙂
    btw, ga ada yg komentarin enrique? saya rasa dia banyak belajar dari fifa13,hahahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s