Match Report: Chelsea FC 1 – 1 Liverpool FC

Pada pertandingan melawan Chelsea kemarin, Brendan Rodgers menggunakan formasi yang sama dengan yang digunakannya dalam pertandingan melawan Anzhi. Seperti yang saya bilang pada preview pertandingan kemarin, bahwa Rodgers tampaknya menggunakan pertandingan melawan Anzhi sebagai uji coba formasi ini. Menurut saya pribadi, taktik ini dapat dibilang berhasil.

Rodgers tentu bertujuan meminimalisir ancaman dari trio Oscar-Hazard-Mata ditambah dengan Torres sebagai ujung tombak. Formasi 4-2-3-1 yang biasa digunakan Liverpool akan membuat lini belakang terkespos. Mata dan Hazard, yang beroperasi di kedua sayap, mempunyai kebiasaan cutting inside, sehingga membuka ruang untuk full-back mereka (kemarin Azpilicueta dan Bertrand) melakukan overlapping.

Lini belakang akan terkespos karena ketika Mata dan Hazard memotong ke dalam, maka akan membuat situasi 3 vs 4 (Agger, Carra, Allen vs Mata, Hazard, Oscar, Torres) yang tentu saja ditambah dengan kemampuan individu mereka dapat menyebabkan malapetaka. Johnson dan Enrique bisa saja turut membantu memang dengan ikut bergerak ke dalam mengikuti Hazard dan Mata, tetapi selain akan canggung (inverted / cut-inside winger vs convervative full-back) juga membuka sisi lapangan untuk Azpilicueta dan Bertrand.

Menerapkan 3-5-1-1, Liverpool bisa dibilang cukup sukses membuat permainan Chelsea sulit berkembang, lepas dari beberapa kesalahan individu yang berujung peluang. Sayangnya, ini juga berakibat permainan Liverpool yang sama-sama tidak berkembang. Sahin yang diharapkan dapat mengontrol serangan dengan bantuan Gerrard kesulitan lepas dari bayang-bayang Mikel dan Ramires yang bermain baik. Sahin dan Gerrard lebih banyak beroperasi di lapangan sendiri daripada membantu Suarez dan Sterling.

LFC memininalisir ancaman Chelsea dengan menjadikan situasi 4 vs 4

Allen juga menjadi perhatian saya. Statistik mengatakan dia 3 kali kehilangan bola (terbanyak musim ini) dengan rata-rata persentase dan jumlah passingnya tidak sebaik di pertandingan-pertandingan awal. Bisa jadi Allen mengalami kelelahan. Tapi ini belum lagi setengah musim.

Roberto Di Matteo pun cukup cerdik dengan tidak memainkan defensive line yang terlalu tinggi, membuat tidak adanya ruang yang bisa dieksploitasi Suarez dan Sterling. Kalaupun ada, sebelum bola dapat dilepas ke mereka, Mikel dan Ramires sudah melakukan tekanan terhadap pemain Liverpool.

Liverpool sendiri sebagian beroperasi dari sisi kiri. Enrique memang bermain baik, walaupun terlalu sering gagal mempertahankan possession. Johnson secara mengejutkan tidak banyak bisa bergerak di posisi kanan. Entah faktor Bertrand atau bukan.

Jose Enrique terlihat jauh lebih dominan dalam Opta Player’s Influence sampai menit 60′

Baru setelah introduksi Suso menggantikan Sahin lah taktik Liverpool berubah menjadi 4-2-3-1. Rodgers mengambil risiko mengurangi 1 pemain lini bertahan dan menambah pemain di depan demi mengejar ketinggalan.

Suso bermain sangat baik di sentral lapangan. Seperti ketika melawan Anzhi kemarin, hadirnya Suso dapat merubah tampilan permainan Liverpool. Posisi ini seharusnya masih menjadi rebutan antara Sahin dan Shelvey, dan Suso tampaknya ingin ikut ambil bagian.

Setelah gol Suarez, Liverpool bermain lebih agresif dan tenang yang seharusnya dapat dimanfaatkan. Sejujurnya, satu poin adalah hasil yang baik mengingat beberapa peluang emas Chelsea di awal laga. Liverpool bisa saja unggul bila Suarez berhasil melewati Cech dan Enrique bisa memanfaatkan peluang terakhir dengan lebih baik. Tapi pada kenyataannya, Liverpool tidak bermain lebih baik dari Chelsea. Lebih banyak possession, benar, tapi kurang kualitas.

Sayangnya, saya tadinya berharap Assaidi akan diturunkan menggantikan Sterling khususnya dalam 10 menit terakhir. Assaidi yang lebih segar dan lebih kurang dikenal pergerakannya mungkin dapat memberikan variasi.  Fact is, Liverpool kurang pemain berkualitas. Dan semua itu tergantung pada John Henry dan Rodgers untuk memperbaikinya Januari nanti. Kita tidak bisa selamanya beralasan pada kata “proses.”

Advertisements

9 responses to “Match Report: Chelsea FC 1 – 1 Liverpool FC

  1. masih merindukan sosok lucas sebagai pemotong serangan lawan,biar kerja allen sama stevie agak ringan…semalem untung pemain belakang main bagus.. #WalkOn

  2. Ndak nyesel follow nya, menambah khasanah dan m’jadikan lebih realistis.. Mau menambahkan buat sterling, pemain yg unik dan masih harus banyak belajar.. Mungkin semua jengkel manakala dia kehilangan bola dgn memaksa, namun tetap dipertahankan bahkan hingga full time, dan keuntungan nya a/ usia yg belia, kadang refree pun iba dengan nya dan dapat m’beri keuntungan.. Krn semua sudah di bahas dgn detail, ada penilain perform buat webb tak? Bnyk play on nya sprt m’biarkan.. Ini komen pertama, semoga bs panjang.. *cheers

    • Saya tidak bilang Sterling bermain jelek, hanya saja Assaidi yang lebih segar dan belum dikenali gaya permainannya mungkin dapat memberikan kejutan. Untuk Howard Webb, tidak ada komplain penting dari saya.

  3. Setuju tuh aturan Assaidi yang mempunyai speed lincah masuk di menit2 terakhir terbukti di menit2 terakhir pertahanan chelsea agak longgar

  4. menurut saya, utk juara EPL, LFC musti punya pemain dgn kreatifiti dan konsiten yg luar biasa kayak silva, aguero n nasri. kalo city juara emg murni main luar biasa trs. kalo MU juara, main wasit. fuck

  5. saya berharap suso bisa menjadi sperti silva, pemain dgn daya jelajah luarbiasa,ketenangan luarbiasa, keypass terus, dan keepin bola yg yahud, saya prcaya suso bisa lebih,
    sterling psti bs melebihi theo walcott.

  6. Pola 3-5-2 ala BR terbukti berhasil menahan gempuran mata-oscar-hazard. Gempuran yg biasanya dimulai dari 3 AM + 2 WB CFC sedikit mati kutu.
    LFC sendiri tdk mampu memanfaatkan peluang terutama saat mendominasi di babak 2. Allen bermain jelek sebaiknya diganti hendo yg lbh defensif dan sterling diganti assaidi/downing yg lbh segar.
    Sterling harus “down to earth”, masih hrs banyak belajar. Dia bukan superstar, dia itu msh youngster. Minta gaji £50k utk pemain 18 thn ??? Terlalu berlebihan, IMO.

  7. I was thinking about what BR to do next? and i really hate if we lose i really hate if we just to be a mediocrity we are big i hate to listen our history tomorrow 5 cl,we just doing now,but i still love when give Them chants 🙂
    Ini mah bukan komen min tapi curhat :))))
    You’re great mate 🙂 *buat admin*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s