Review FA Cup: Oldham v Liverpool

Lanjutan FA Cup, Liverpool bertemu dengan Oldham. Tim yang musim lalu dihajar dengan skor 5-1. Satu jam sebelum kick off starting line-up keluar. 4 pemain bernaluri menyerang dimainkan bersama sama. Rasa optimis melambung tinggi ketika melihat line-up ini, bayangan skor besar pun menyelimuti kepala dengan muka yang mengeluarkan senyum licik karena melihat Chelsea imbang dengan Lawan nya dan Spurs harus gugur.

Berbagai macam tebakan skor pun keluar, minimal 3 goal Liverpool dapat mendapatkan nya. Yang dinanti nanti tiba juga, pertandingan dimulai. Masih membayangkan akan menang besar di tambah keceriaan melihat Spurs dan Chelsea mengalami kesulitan, sekejap bayangan itu hilang. Menit menit awal Oldham mencetak goal. Masih optimis? MASIH!

Selanjutnya performa tim pun mengubah rasa optimis menjadi rasa ngantuk yang luar biasa. Lupa akan tempo permainan, lupa akan off the ball movement dan lupa bahwa yang dilawan bukan lah tim yang berada di liga yang sama dan berada di puncak klasemen. Entah apa keinginan Rodgers, berjudi sambil mencoba bagaimana jika 4 pemain ini yang bernaluri menyerang bermain bersama. Mungkin juga karena dia baru saja ulang tahun, dia mengadakan pesta dan dia mabuk luar biasa dan hangover sehingga diluar nalar memainkan 4 penyerang.

Possession football, saya menyebut nya itu. Rodgers masih mencari mencari pola mana yang paling aman untuk dipakai. Terbukti dengan beberapa kali Liverpool seperti tidak konsisten, terkadang main long ball terkadang main umpan pendek. Coba kita lihat rajanya penguasaan bola, Barcelona. Entah lawan nya bermain menyerang atau bertahan (parkir bus), tiki-taka tetap jalan tanpa kompromi. Menyaksikan Barcelona bertanding seperti menonton film porno yang kita sudah tahu apa itu tapi tak pernah bosan. Sementara menyaksikan Liverpool, seperti ibu ibu yang gila akan sinetron, tak pernah ketinggalan untuk menyaksikan nya tapi selalu kesal jika pemeran antagonis berakting yang membuat mereka kesal, aneh nya meskipun kesal mereka akan menyaksikan nya kembali.

Konsistensi dan pemahaman akan sebuah pola permainan baru memang mebutuhkan waktu. Setidaknya Rodgers sudah tahu bahwa taktik memainkan 4 pemain penyerang sudah diharus dicoret dari list nya. Sayang nya, gugur di FA Cup mempersempit ruang untuk pemain muda mendapatkan waktu bermain.

YNWA
LFC_Hardline

Advertisements

2 responses to “Review FA Cup: Oldham v Liverpool

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s