Match Review: Southampton v Liverpool – Seharusnya Kita Tak Usah Repot-Repot Menyinggung Top 4

Image

 

Pasukan kebanggaan Merseyside datang dengan fantasi bermain di kompetisi tertinggi Eropa di musim depan. Begitu pula Brendan Rodgers, komandan pasukan tersebut, yang sepertinya berpikir merampas pundi-pundi poin dari pasukan semenjana Southampton, yang bahkan rival terbesarnya hanyalah Porstmouth—tim yang sedang bermasalah dengan keuangannya, akan menjadi walk in the park. Oh, and how right he was.

Ketika starting line-up diumumkan saya sudah tak yakin dengan ‘front four’ dan duo gelandang Allen-Gerrard sebagai pemegang kendali lapangan tengah. Saya pernah melihat bagaimana lini tengah City yang bergelimpangan gemerlap ditekan habis-habisan oleh Southampton dan Rodgers datang dengan 2 orang di lini tengah, dengan Joe Allen sebagai salah satunya. Saya tak tahu (dan tak ingin tahu) apa yang dilakukan Allen kepada Rodgers malam sebelumnya.

Pertandingan diawali dengan break cepat dari Southampton yang diselesaikan dengan imut oleh Morgan Schneiderlin. Ketika break dimulai oleh Southampton, 6 pemain Liverpool (front four dan midfield duo) ada di kotak musuh. Entah apa motivasi mereka untuk bermain jauh lebih high dari Raffi Ahmad ketika ketahuan menggunakan narkoba.

Bisa dilihat juga beberapa kali lini pertahanan ikut kecanduan, ketika Lambert lepas dari jebakan offside, saya tahu, para personil pertahanan kebanggaan Liverpool ini sedang memikirkan anak dan istri mereka di rumah.

Gol kedua berasal dari pelanggaran seseorang, saya tak ingin menyebut nama, 30 yard dari gawang Liverpool. Tendangan bebas diambil Rickie Lambert, dengan sedikit defleksi, 2-0.

Catatan 40% penguasaan bola dan 58% ketepatan umpan dilepaskan cukup menjelaskan betapa tertekannya permainan kita. Angka 58% tersebut bahkan melecehkan keberadaan Xavi berdarah Wales di lapangan.

Dengan sedikit air mata, pelukan, tepukan kecil di punggung, dan ucapan-ucapan untuk menenangkan Joe Allen di ruang ganti, Rodgers memasukkan Lucas yang sangat dirindukan kehadirannya di babak pertama.

Lucas pun tak menyelamatkan Liverpool dari bobroknya penampilan buruk. Liverpool masih senantiasa di-press. Sucker punch hadir ketika Jay Rodriguez dengan riang gembira melewati pemain-pemain Liverpool yang rupanya mahir dalam memandangi bola. Setelah ditepis Jones dengan tidak sempurna, ia melepaskan tendangan untuk mengubah skor menjadi 3-1.

Glen Johnson kewalahan menghadapi Lallana dan sorakan yang ditujukannya karena ia bekas pemain Porstmouth memperparah penampilannya. Orang dengan nomor punggung 37 yang saya tak ingin sebut namanya bahkan hanya memutar-mutar badannya di proses gol ketiga. Gerrard juga terlihat permainannya dibatasi di awal pertandingan dengan hadirnya Joe Allen.  Dan Joe Allen, yah, bermain seperti Joe Allen.

Kehadiran Henderson dilihat terlalu terlambat, karena sejak awal pertandingan yang dibutuhkan Liverpool bukan kecepatan, melainkan orang lebih banyak di lini tengah.

Sepertinya sudah ada di DNA Liverpool untuk mengangkat ekspektasi fansnya setinggi-tingginya, lalu menjatuhkannya tanpa dosa. Juga seharusnya kita tak perlu repot-repot menghitung kemungkinan Liverpool untuk meraih top 4 dan tetek bengeknya. Kita harusnya sudah tahu kita sedang membicarakan Liverpool.

Terakhir, sebaiknya jernihkan pemikiran tentang apa yang sudah diberikan Joe Allen dan orang yang saya tak ingin sebut namanya yang bernomor punggung 37 kepada Rodgers untuk mendapat kemarin.

Advertisements

3 responses to “Match Review: Southampton v Liverpool – Seharusnya Kita Tak Usah Repot-Repot Menyinggung Top 4

  1. Joe Allen: “Bos, minggu depan ane dah operasi nih, abis itu absen dah 3 bulan (baca: akhir musim). Lawan Soton ane maenin dong ye, biar ga dibilang makan gaji buta ampe akhir musim. Oke bos?”

    No 37 yg ga mau disebut namanya: “Bos, mentang2 no 23 mau cabut dia maen mulu. Pan ane juga mau cabut nih, sekali2 lah kasih starting. Tar lawan Soton yak. Oya, kalo ada yg nanya bilang aja no 23 keseleo pas latian.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s