Kenapa Harus Eriksen?

 

 

Musim sepakbola Eropa memang belum berakhir, tapi gonjang ganjing isu transfer bolehlah dimulai (bahkan Bayern sudah resmi membajak Goetze, yang oleh Dortmund pikir sudah aman dipagari buy-out clause sebesar € 37 juta). Sesi ini bisa jadi adalah salah satu yang paling seru karena fans bisa bebas berspekulasi, debat, menebar gosip picisan ngawur, dan yang paling sering adalah merasa dihembus angin surga oleh kabar di media.

Sebagai seorang Kopite sejati (artikan ini sebagai pendukung Liverpool yang sangat mengikuti perkembangan terakhir klub kesayangan anda) nama Christian Eriksen tentu tidak asing bukan? Dua tahun belakangan rekan setimnas Agger ini beberapa kali dihubungkan untuk pindah suasana bersepakbola di kota pinggir laut berlogo Liverbird. Nah, mari kita bahas lagi isu kepindahannya itu, utamanya kenapa dia bisa jadi penting untuk Liverpool.

1)      Brendan Rodgers’s the wanted number 10

Dalam sistem permainan yang ideal di kepala Rodgers, ia membutuhkan seorang attacking midfielder (AMF) yang mampu jadi konduktor yang pandai mengatur irama tempo permainan, visinya jempolan, dribble yang bagus, hobi masuk ke kotak penalti lawan, dan tentu punya tembakan jarak jauh keras nan akurat. Banyak pengamat merujuk pada dua sosok yang paling mencerminkan karakter tersebut : Goetze dan Eriksen. Lupakan Goetze tentu saja, ia sudah menikah dengan Bayern. Di banyak forum diskusi Liverpool mengatakan sudahi saja pedekate terhadap Eriksen, toh Liverpool sudah punya Coutinho yang memainkan peran #10 dengan ciamik saat memperkosa Newcastle 0-6 di St. James Park tempo minggu lalu. Betulkah? Tidak mubazir membeli Eriksen karena Coutinho pemain yang versatile dan bisa ditempatkan di pos penyerang sayap. Apalagi jika salah satu cedera, bisa saling menutupi bukan?

 

2)      Demi karir Jesus ‘Suso’ Fernandez Saes

Tidak, maksudnya bukan membuang Suso setelah berhasil mendatangkan Eriksen. Skenario idealnya seperti ini : Eriksen datang, langsung klik dengan skema Rodgers, Suso tak perlu ada di bangku cadangan (karena sewaktu-waktu peran Eriksen bisa diisi Coutinho) sehingga bisa dipinjamkan ke klub lain. Cukup sedih melihat nasib Suso beberapa bulan belakangan. Jarang mendapat kesempatan tampil karena masih minim pengalaman, kedatangan Coutinho makin menipiskan kesempatannya, mau dipinjamkan pun Rodgers masih menimbang resiko bila Coutinho cedera, dan bermain di kompetisi U-21 level si bocah Spanyol ini kelewat bagus.

Bakat Suso (yang oleh para pengamat di Spanyol menyebutnya sebagai masa depan lini tengah timnas bersama dengan Oliver Torres) terlalu sayang jika dilambatkan perkembangannya di tim U-21. Sangat perlu baginya mendapat banyak pengalaman bertanding di level tertinggi. Ke depan nanti toh Liverpool yang akan menuai madunya. Sama seperti Joe Hart, Cleverley, dan Courtois yang makin matang selama masa peminjaman.

 

Mendatangkan pemain tentu tidak semudah membeli berlian meski dengan harganya sama. Dalam kasus Eriksen  ada beberapa hal yang jadi kendala dan keuntungan Liverpool dalam perburuan tanda tangan pria muda Denmark ini.

Pro

1)      Rayuan Babel dan Agger

Beberapa hari lalu Babel berbicara kepada Eriksen dan meyakinkannya untuk memilih Liverpool jika ia memutuskan keluar dari Ajax. Well, kita tahu Babel memang tidak mengecap masa manis di Liverpool, tapi tentunya dia tak akan merekomendasik Eriksen jadi anak buah Moyes di Old Trafford kan? Masih ingat gambar Howard Webb berseragam United editannya?

Tato YNWA di jari Agger bolehlah kita jadikan sumber spekulasi bahwa Agger akan merayu juniornya di timnas untuk mau memakai jersey berlogo Liverbird di dada.

“Hei Erik, ayo gabung ke Liverpool, nanti bikin tato juga, biar keren!”

“Aye aye kapten!”

Ah abaikan saja imajinasi liar saya.

 

Cons

1)      Raksasa Jerman bernama Bayern Muenchen

Apa kaitan penggilas Barcelona ini dengan urusan transfer Eriksen? Adalah kepindahan Goetze dari Dortmund ke Bayern yang bisa membikin runyam keinginan Liverpool mendapat Eriksen. Kehilangan Goetze meninggalkan luka dalam skema permainan Dortmund, bahkan Marco Reus pun mengaku menangis saat Goetze memutuskan pindah, dan tentu luka itu perlu ditambal. Eriksen adalah pemain paling tepat untuk cepat-cepat membuat Dortmund move-on dari sosok Goetze. Level dan tipe permainan pun serupa dan entah kebetulan atau bukan, tinggi keduanya cuma berberda satu senti (Gotze 1.76 senti, Eriksen 1.77. senti).

Di Dortmund pun Eriksen sepertinya akan langsung diberi peran sebagai pemain inti, dan tambah lagi Dortmund punya sesuatu yang tak akan dirasakan Eriksen jika ia memilih Liverpool. UEFA Champions League.

 

2)      Harga jual Eriksen

Ajax mematok harga sekisar £ 14-18 juta untuk Eriksen. Mahal? Bisa jadi. Untuk ukuran seorang pemain yang belum teruji di luar Eredivisie (sebagai perbandingan, meski Gotze dihargai lebih dari dua kali lipat, tapi level Bundesliga jelas ada di atas Erdivisie, dan lagi ia sukses membawa Dortmund menantang Bayern di final) harga itu terasa mahal, apalagi melihat kontraknya yang tersisa hanya setahun lagi.

Rodgers kabarnya cuma akan diberi dana sebesar £ 25 juta untuk belanja di musim panas, sementara ia perlu membeli setidaknya empat pemain (dua bek dan dua gelandang) untuk bisa bersaing di musim depan. Jika Liverpool menuruti kemauan Ajax, hanya tersisa £ 7-11 juta untuk belanja tiga pemain lagi. Mustahil rasanya memenuhi daftar belanja itu. Kecuali ada klub yang datang membawa £ 30 juta untuk menebus Andy Carroll.

Eriksen ke Liverpool, pepesan kosong media? Boleh saja, tapi saya tetap berharap ia mau berkencan lama dengan kita.

©Shesar_Andri, 12 Mei 2013

saat menunggu maraton film Europe on Screen

Advertisements

2 responses to “Kenapa Harus Eriksen?

  1. Superb article lad, keep goin in. Is that true Eriksen confirmed to Dortmund? Well like I think totally awesome to bring Eriksen home, anfield, in next season. Should be big 4, sering denger gitu big 4 next season? #kamiMuak eh? :))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s