‘Kekhilafan’ yang ‘Melalaikan’

https://i0.wp.com/i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/05/19/article-0-028ADFEE0000044D-722_634x404.jpg

Bukan hal yang tabu untuk menyebut Liverpool adalah –mantan- raja Inggris, bahkan Eropa. Ya? Selama puluhan tahun menyandang status sebagai klub pengoleksi trofi Liga Inggris terbanyak dan ‘masih’ berstatus sebagai satu-satunya pemilik badge of honour asal Inggris. Kata ‘mantan’ mungkin terlalu ‘ironis’ atau mungkin ‘kontroversial’ di kalangan fans Liverpool sendiri, bagaimana tidak? mereka yang masih menganggap tim mereka tidak bisa disebut ‘mantan raja’ masih berpikir kalau tim mereka tetap yang terbaik atau mungkin sama dengan Liverpool mereka 20/30 tahun yang lalu. Sedangkan mereka yang mampu berpikir kritis dan ‘rasional’ mulai meneriakkan orasi-orasi REVOLUSI !!!

Mereka yang masih menganggap bahwa Liverpool yang sekarang adalah sama dengan Liverpool  mereka 20/30 tahun silam jelas ‘khilaf’ akan mind set mereka. Musim 2012/2013 yang baru saja usai menjadi bukti nyata ‘kekhilafan’ mereka. Ya? Hanya dalam 4 pekan awal liga Inggris, Liverpool telah menciptakan ‘rekor’ terbaru mereka, start terburuk yang pernah dilakoni Liverpool dalam kurun waktu 100 tahun terakhir. Wow!!

Namun terlalu sadis jika kita mengatakan Liverpool yang sekarang bukanlah Liverpool yang dulu, kenapa? Kita coba kembali ke masa di mana Bill Shankly baru dikenal sebagai manajer Liverpool. Bill Shankly datang ke Liverpool tahun 1959, Bill Shankly memang sukses besar di Liverpool dan tak bisa diperdebatkan lagi kalau dialah manajer tersukses Liverpool. Namun, yang perlu dicatat di sini, Shankly datang ketika Liverpool berada di divisi 2 liga inggris(sekarang Championship Division) dan dia butuh 3 tahun untuk mengembalikan Liverpool ke Divisi 1. Lama yaa? Tentu lama, karena Shankly saat itu harus melakukan ‘renovasi’ besar-besaran di Liverpool.

Apakah fans Liverpool yang dulu(ketika Liverpool berada di divisi 2) pernah berpikir jika tim mereka akan menjadi seperti saat dimana mereka meraih kesuksesan besar di bawah Shankly dan Paisley? Mungkin iya, mungkin tidak. Tapi satu yang jelas ada dalam pikiran mereka ‘ manajer baru = Revolusi ‘. Dan ini lah yang harus ada di pikiran kita sekarang dengan Brendan Rodgers sebagai manajer yang baru. Kita tidak perlu berharap Liverpool akan kembali lagi seperti Liverpool di bawah Shankly dan Paisley, kenapa kita tidak berpikir bahwa Rodgers mampu membawa Liverpool melampaui capaian 2 manager hebat tersebut? –tanpa mengurangi rasa hormat terhadap mereka.

Yang perlu dicamkan “Liverpool memang tim dengan segudang trofi seperti yang tertulis dalam sejarah klub, tapi Liverpool bukan tim bersejarah yang hanya akan tinggal sejarah, karena revolusi ‘yang baru’ sedang berlangsung disini”. Berhenti berkata “kita dulu udah menang kok, udah 18 gelar tuh buktinya” dan mulai berkata “kita udah dapet 18, dan ini sedang mengusahakan yang ke 19” . ganti “we won it five times” dengan “we’ll win it six times” atau “we’ll win it 50 fucking times”. Childish? Iya, karena memang mulai dari ‘khayalan’ mu ketika kamu kecil kamu akan sukses nanti.

“Artikel ini sekedar opini penulis menanggapi para fans Liverpool sekarang yang. . . *umm begitulah pokoknya ;p”

Written by @AndriPudlian                                                                   

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s