Liverpool yang Tidak Pandai di Pelajaran Ekonomi

Seperti hal nya pelajar, entah itu yang bodoh atau pun pintar mereka pasti memiliki beberapa mata pelajaran yang mereka sukai dan mereka sangat mengerti mengenai pelajaran tersebut dan sebaliknya mereka juga pasti bodoh di beberapa pelajaran yang mereka pelajari. Berdasarkan pengalaman saya, rata rata yang mereka yang pintar dengan matematika atau pelajaran yang bisa dibilang membosankan itu mereka biasanya bodoh ketika pelajaran olahraga. sementara yang males malesan dan tidak ada rasa ketertarikan sama sekali akan matematika dan hal lain nya, mereka sangat bagus di pelajaran olahraga.

gilyaneh20120104094908687

Liverpool FC
Tim yang dalam beberapa tahun terakhir tidak jelas status nya antara klub yang berkompeten atau medioker ini adalah murid yang biasa biasa saja. Di kelas, Liverpool ini tidak begitu bagus tapi Liverpool ini dahulu nya berasal dari sekolah unggulan dan memiliki pacar yang setia. Tidak begitu kaya raya meskipun ayah nya memiliki bisnis yang bagus di luar negeri. Satu hal yang membuat Liverpool disenangi teman teman nya adalah ketika teman nya memiliki barang dan dia menyukai itu dia akan membeli nya dengan mahal padahal harga asli nya tidak semahal itu. Setelah membeli barang tersebut dia tidak bisa merawat dan menggunakan nya, padahal setelah dia membeli barang tersebut dengan kepercayaan dirinya yang tinggi dia bilang ke pacar nya yang setia itu “Ini adalah barang yang bagus, nanti kamu pasti suka” alhasil Liverpool malah ingin menjual nya dikarenakan tidak bisa merawat dan menggunakan nya. Karena itulah sang pacar yang setia ini cukup trauma dan sudah malas untuk meletakkan ekspetasi yang tinggi ketika Liverpool ingin memiliki barang dan membeli nya meskipun dalam beberapa kasus barang yang telah dibeli sangat memuaskan sang pacar.

Jual-Beli
Liverpool kurang pintar dalam pelajaran ekonomi. Terutama dalam hal jual – beli barang dan investasi barang. Di suatu hari Liverpool memiliki barang yang bagus dan sang pacar sangat menyukai barang tersebut. Tapi temannya ingin membeli barang tersebut dengan harga mahal, setelah dipikir pikir ternyata barang ini pun terkadang bermasalah. Ibarat motor, barang ini pas ingin dibeli teman nya si Liverpool lagi mogok. Harga oke dan barang nya pun lagi bermasalah. Setujulah Liverpool menjual barang ini ke teman nya. Setelah Liverpool mendapatkan uang yang cukup banyak, uang nya pun bertambah setelah sang ayah datang dari luar negeri dan memberi sejumlah uang yang total nya bisa dibilang dua kali lipat dari total uang yang dia miliki dari hasil menjual barang nya ke teman nya tersebut. Memang dasar tidak bisa mengelola uang, si Liverpool pun membeli beberapa barang dengan harga yang cukup tinggi tentunya tapi alhasil banyak barang yang telah ia beli tidak bisa ia gunakan. Sang pacar pun hanya menepuk jidat dan menggelengkan kepalanya.

Kenyataan
Suarez, Sturridge, Coutinho, Jose Enrique, Allen dan Henderson adalah beberapa pemain dari keseluruhan pemain yang Liverpool telah beli setelah era kepelatihan Rafa. Banyak? Jika hanya melihat nama nama pemain diatas bisa dibilang banyak tapi jika dibandingkan dengan total keseluruhan pemain yang telah dibeli jumlah tersebut sangat sedikit. Dan juga diantara nama nama pemain diatas masih ada kemungkinan satu atau dua akan meninggalkan Liverpool. Selebihnya pemain yang tidak dicantumkan dalam nama nama diatas memiliki kemungkinan yang besar untuk pergi. Wajar saja jika ada rasa berkurang nya kepercayaan dari fans ketika mendengar Liverpool akan membeli pemain. Mereka pun sudah mulai untuk tidak meletakkan ekspetasi yang tinggi sebelum melihat sang pemain bermain minimal dalam 3-5 pertandingan. Sikap ini tidak secara tiba-tiba muncul tapi sikap ini keluar setelah mereka melihat setidaknya 5 pemain yang dulu nya mereka percaya akan bagus. Sudah saatnya bagi Liverpool memperbaiki ilmu mereka dalam hal “jual-beli” dan “investasi” . Perbandingan antara pemain A dan B akan muncul ketika pemain A yang bermain untuk Liverpool dan pemain B yang bermain untuk klub lain dan kedua pemain ini memiliki kualitas yang sama tapi harga pemain A sangat mahal ketika dibeli Liverpool dan bermain nya pun sangat buruk. Mungkin akan ada banyak nama ketika fans Liverpool ditanya uang yang dikeluarkan untuk membeli Carroll lebih baik di keluarkan ke siapa? atau Downing? dan beberapa pemain lain nya yang bisa dibilang gagal di Liverpool. Sejauh ini banyak berita yang beredar bahwa Aspas dan Llori akan dibeli Liverpool. Tidak peduli bagus nya pemain tersebut di beberapa video yang di upload di youtube. Yang pasti adalah bagaimana nanti nya pemain pemain yang kabarnya akan bermain di Liverpool untuk musim depan akan bagus atau tidak. Jangan sampai ada lagi perbandingan “seharusnya beli pemain ini aja” untuk pemain pemain yang akan dibeli oleh Liverpool untuk mengisi skuad musim depan.

Semoga saja Liverpool sudah belajar dari sebelumnya, dan sudah pintar dalam hal “menilai”, “jual-beli” dan “investasi”. Dan sudah cukup bagi kalian yang sering bilang “sabar, kasih waktu ke pemain ini. inget gak kasus Lucas?” Kalo memang jelek ya bilang aja jelek. “Sabar, Sabar dan Sabar” seperti ingin memprospek MLM aja harus sabar. Dan satu lagi, jangan bilang ke kami kalo pemain ini bagus atas dasar penilaian kalian setelah melihat video di youtube atau penilaian dari FM atau FIFA.

YNWA
LFC_Hardline

Advertisements

2 responses to “Liverpool yang Tidak Pandai di Pelajaran Ekonomi

  1. Nice article.
    IMO memang benar dulunya Liverpool itu kurang pintar pada pelajaran ekonomi, tapi kurang tepat sih kalau nilai2 merah kita saat ujian ekonomi dulu itu terus menjadi bahan ungkitan/perbandingan.

    Menurut saya sekarang Brendan Rodgers bersama scouting departmentnya yang baru sudah melakukan tugasnya dengan baik (Nb: Scouting team Rodgers sendiri dibentuk saat paruh pertama musim lalu berjalan, dan berhasil men-sign Stu dan Cou. Isn’t that a good business?) dan sangat ditunggu sepak terjang mereka di transfer window kali ini. Good scouting = Good business.

    Dan masalah scouting, seharusnya mmg tugas mereka mencari hidden gem seperti Llori, Aspas, Luis Alberto, Mikhtaryan dll. Who are we to judge? Remember Sahin? We thought he will be a good signing for us but he even struggled to fit into our system. See Coutinho? Who expected a youngster Brazillian, weren’t needed at Inter, but fit nicely so far into B-Rod system? Just wait and see, let them do the job. Terlalu optimis? Siapa suruh mereka (scouting team Rodgers) berhasil menemukan permata seperti Stu dan Cou? They know the expectation and that’ll keep them moving forward.

    But once again, this is a good read. YNWA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s