[PART I] Diego Costa, Si Tukang Lempar Ingus

hi-res-168957628_crop_north
Di belahan dunia selain Spanyol, saya teramat yakin tak banyak yang pernah mendengar nama Diego Costa. Yah, setidaknya sampai pagi ini saat media massa ramai mengabarkan Liverpool resmi menyodorkan cek senilai £21.8 juta pada Enrique Cerezo, presiden Atletico Madrid. Harga yang tinggi jika melihat reputasinya yang hanya secuil upil jika anda membandingkannya dengan Negredo, Soldado, Falcao, apalagi Villa. Sebagai pembanding, Negredo yang top skorer La Liga (jika anda menyingkirkan trio planet Namek : Messi, Ronaldo, dan Falcao) bisa ditebus City dengan harga £24 juta.

Beberapa hari belakangan Liverpool memang sedang banyak dihubungkan dengan nama-nama misterius di dunia sepakbola. Kemarin lusa Melgarejo, sekarang Costa, lalu apakah besok akan muncul nama Maneepong Jongjit di daftar incaran Liverpool? Topik yang tak penting untuk dibahas, karena itu mari kita bahas saja siapa pula manusia Brazil bernama Diego Da Silva Costa ini.

The Path

Lelaki yang sama sekali tak punya unsur tampan sepeserpun ini dibeli Atletico dari klub Portugal, SC Braga, senilai £3 juta pada musim 07/08. Harga yang tidak bisa dibilang mahal jika anda melirik kegilaan transfer PSG untuk seorang Lucas Moura musim lalu. Seperti yang kita semua tahu, di musim itu pula Liverpool membeli seorang Fernando Torres, penyerang legendaris yang menginspirasi lahirnya akun bernama ‘BawalTorres’ di salah satu forum terkondang di negeri ini. Ngawur jika anda mengira ia dimaksudkan sebagai pengganti El Nino karena di musim itu Atletico juga membeli Forlan dari Villarreal.

Usia Costa sebaya dengan Aguero, keduanya sama-sama lahir di tahun 1988. Tapi kala itu rasanya hanya seorang Roy Hodgson yang mungkin tega menaruh Aguero di bangku cadangan lalu menempatkan Forlan-Costa sebagai duet ujung tombak. Alhasil Costa pun dipinjamkan ke Celta Vigo yang saat itu masih bermain di Segunda Division. Si Buruk Rupa ini tercatat bermain dalam 30 pertandingan, mencetak 6 gol, 6 kartu kuning, dan membuat wasit 3 kali memberinya kartu merah. Catat, tiga kartu merah tak langsung.

Musim 08/09 nasibnya masih sama, berkutat di Segunda Division. Hanya saja kali ini ia berpetualang bersama Albacete. Catatan golnya membaik, 9 gol dalam 35 pertandingan. Begitu juga jumlah kartu kuning yang dikoleksi meningkat dari tahun sebelumnya. Dari semula 6 menjadi 13. Tambah lagi ia mendapat satu kartu merah langsung di menit 58 saat melawan Alicante, padahal ia mencetak satu gol sebelum itu. Jika anda seorang direktur keuangan, melihat angka yang terus tumbuh rasanya menyejukkan. Tapi beda jika anda adalah seorang manajer klub sepakbola yang sedang melihat catatan kartu kuning pemain anda.

Asumsi sok tahu saya mengatakan hal itulah yang membuat Abel Resino, manajer Atletico musim 09/10, tak mau memberi tempat di tim dan menjualnya ke Real Valladolid. Catatan gol Costa musim itu pun masih belum membaik. Ia hanya mampu mencetak 9 gol di 36 pertandingan. Bedanya, ia memberi assist 6 kali dan koleksi kartu kuningnya turun menjadi ‘hanya’ 9 lembar meskipun masih saja belum bebas dari kartu merah. Ia dikeluarkan dari lapangan di menit 36 saat Valladolid menjamu Espanyol pada Maret 2010.

Entah mendapat bisikan dari mana, Quique Sanchez Flores yang menggantikan Resino di pertengahan musim 09/10 memutuskan untuk membeli kembali Costa dengan tebusan sebesar £880.000 di awal musim 10/11. Untuk pertama kalinya sejak dibeli pada musim 07/08, Costa mengarungi semusim penuh di Atletico. Ia tampil di 39 pertandingan, sebagian besar sebagai pemain pengganti. Musim itu ia hanya mencetak 8 gol dan 5 assist. Kartu kuning koleksinya pun menurun dari musim sebelumnya, dari 9 menjadi 7. Dan andai saja Quique tak menurunkannya pada pertandingan melawan Las Palmas di Copa del Rey, November 2010, bisa jadi untuk pertama kali sejak sepatunya mencium tanah Spanyol CV tahunannya terbebas dari tulisan atau gambar kartu merah.

Seingat saya tak banyak yang dilakukan Costa di musim itu, kecuali gemar membawa bola sampai ke pinggir lapangan, menahannya berlama-lama, dan memancing kekesalan Aguero, Forlan, ataupun keduanya secara bersamaan, karena merusak ritme permainan.

Awal musim 11/12 ia didera cedera ligamen yang tak kunjung sembuh hingga Februari 2012. Saat itu penampilan Adrian sedang ganteng-gantengnya dan punya tandem yang musim sebelumnya jadi top skorer di Europa League dengan 17 gol yang saya lupa siapa namanya.

Ah iya, Radamel Falcao ding.

Paruh kedua musim 11/12, Costa dipinjamkan ke Rayo Vallecano yang saat itu juga meminjam pemain muda (yang seharusnya) berprospek cerah dari Atletico yang dipinjamkan Liverpool. Kalau nama pertama yang terpikir di kepala anda adalah Dani Pacheco, selamat anda lulus audisi kuis Klompencapir! Di sinilah untuk pertama kalinya sejak menonton langsung festival Pamplona di Madrid, Costa mencetak dua digit gol. 10 gol, 6 assist, 9 kartu kuning, dan – kartu merah adalah catatan performanya di akhir musim. Perhatikan sekali lagi, ia terbebas dari kartu merah! Saya membayangkan mukanya yang sangat bangga melihat rapor akhir musimnya. Ia pasti sedang mereplika perasaan seorang anak kecil yang akhirnya bisa keluar penjara setelah puluhan kali mengocok dadu dalam permainan Monopoly. Muka tengil dan nyebelin.

Written by @Shesar_Andri

————————————————————————————————————————————————————————————————–

Advertisements

2 responses to “[PART I] Diego Costa, Si Tukang Lempar Ingus

  1. Cuk! gue gangerti kenapa Diego Costa ini bisa dilirik oleh Liverpool Football Club, diliat dari statistik dan video youtube juga cukup mengesankan (sikap buruknya). Ya padahal LFC juga punya Suarez yang gak kalah koleksi kartu-nya daripada Diego ini. Siapatau ‘mungkin’ mereka berdua akan berjodoh jika bermain bersamaan di satu lapangan untuk satu tim. Dan…. Kenapa ada bawaltorres dimari pasti anak forum sebelah ya :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s