Hari yang ‘panas’ di Liverpool..

Surat ini adalah balasan dari tulisan @kevzdaniel indolfc.blogspot.com/2013/08/a-letter-to-majesty-luis-suarez.html?m=1. Tentu saja tulisan ini hanya fiktif belaka, kecuali anda mempunyai masalah dengan kejiwaan anda dan menyangka ini tulisan asli. 

                                     

Dear Kevin Daniel,

 

Pertama-tama, terima kasih atas kedermawanan anda dengan memanggil saya dengan sebutan “Yang Mulia” berulang-ulang, itu sungguh memuaskan egoku yang meluap-luap. Lalu yang kedua, apakah saya harus memanggil anda Kevin atau Daniel, nama anda terdiri atas dua nama depan. Saya ragu yang mana nama keluarga anda, orang Asia biasanya menaruh nama keluarganya di depan, kau tahu. Juga terima kasih atas keprihatinan anda akan racun yang saya minum, saya sangat menghargainya.

Tentang kejadian yang anda alami di sebuah hotel di Bangkok, maaf saya tak melihat anda. Saya sedang memikirkan apa gunanya tur ke Asia, menemui fans, menyenangkan mereka. Saya menghabiskan waktu saya di Asia. Lebih baik saya pergi ke Madrid bermain poker bersama petinggi-petinggi Real Madrid. Jadi seharusnya anda maklum ketika saya melengos pergi mengacuhkan anda. Saya muak tidak bisa membaca tulisan Thailand. Saya muak dengan makanan Thailand, saya rindu tangan manusia.

 

Kevin,

Tolong ya, tolong. Saya waktu itu ke Liverpool hanya karena untuk menghindari larangan bermain di Belanda karena asosiasi sepakbola di sana tidak memahami kecintaan saya terhadap organ manusia. Mereka harusnya mengerti semua orang memiliki hobi. Bermain di Liverpool adalah mimpi saya? Yang benar saja! Coba anda pikir-pikir, dari sekian banyak klub di dunia, saya memimpikan bermain di Liverpool? Mana sudi. Oh, dan berduet dengan Fernando Torres? Untung saja dia sudah menjejakkan kakinya keluar dari Liverpool. Saya tak mau berbagi perhatian media dengannya. Lagipula, dia akan membuang-buang waktu saya. Andy Carroll sudah cukup menyia-nyiakan kemampuanku.

Tentang ucapan penuh kasih sayang yang dianggap rasialis oleh para petinggi asosiasi sepakbola Inggris itu? Kalian kan mengerti, ucapan seperti itu biasanya digunakan untuk memanggil teman yang disayangi. Saya tak merasa bersalah. Gus Poyet juga mengakui bahwa saya tak bersalah. Kalian tidak tahu siapa Gus Poyet? Sama, saya juga. Kalian juga sudah liat bagaimana saya memeluk pemain seperti Glen Johnson, Raheem Sterling—yang seharusnya lebih banyak mencetak gol daripada memukuli kekasihnya—, dan Daniel Sturridge dengan penuh cinta. Ayolah, kalian tahu aku bukan seorang rasialis. Adegan saya menjatuhkan diri ditiup angin juga seharusnya kalian sudah mengerti bahwa itu hanya untuk melindungi diri saya dari tekel-tekel brutal permainan barbar liga Inggris. Kalian tidak mau kan pemain idola kalian cedera berkepanjangan? Tentu saja.

Hm, gigitan penuh kasih sayang kepada Ivanovic itu? Di Uruguay, itu hanyalah salam manis dari teman untuk teman. (Gus Poyet mengangguk setuju)

Liverpool memang sudah sangat baik mendukung saya ketika saya terlibat banyak masalah. Saya sangat berterimakasih untuk itu. Untuk Kenny Dalglish dan lain-lain. Tapi mereka juga menempatkan saya bermain satu tim dengan Stewart Downing dan Charlie Adam! Memangnya mereka tidak tahu saya siapa?! Melecehkan! Itu belum terlalu buruk daripada ketika saya melihat Jay Spearing bersiap-siap masuk lapangan untuk bermain dengan saya. Jadi, saya pikir, masalahnya sudah impas. Liverpool membantu saya, tetapi mereka juga memainkan saya satu tim dengan pelakon OVJ.

Jadi, Kevin, menurutmu tim mana yang sangat cocok buatku? Ah, Bayern Munchen! Saudara kandung buruk rupa Pep Guardiola mungkin bisa membantuku untuk bermain di sana. Oh, Real Madrid?! Siapa yang tak ingin lihat saya bermain dengan Cristiano Ronaldo? Messi dan Neymar, aku datang! Apa, Arsenal? Yang benar saja! Itu tidak jauh-jauh dari Liverpool! Tetapi mereka punya Nicklas Bendtner, mungkin bisa saya pikir-pikir lagi. Bermain di Liga Champions? Halah, itu hanya bisa-bisanya saya saja agar diizinkan pindah. 

Sebenarnya, ada satu klub lagi di pikiran saya. Saya selalu ingin bermain satu tim dengan Diego Lugano… Bermain di timnas Uruguay saja tidak cukup. Paris, siapkan bandara untuk kedatanganku!

 

(Catatan penulis: Psst, Luis! Kau tahu… Diego Lugano baru saja pindah ke West Brom.)

 

Kecup Manja,

 

Luis Suarez

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s