Oh Shit You Luis Garcia!

Luis Garcia

 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, imajinasi diartikan sebagai daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Lebih singkat lagi: khayalan. Pesohor Bikini Bottom Spongebob Squarepants mengartikan imajinasi dengan masuk ke dalam kardus televisi. Lengkap dengan gerakan tangan mengimitasi busur pelangi.

Luis Garcia Sanz punya definisinya sendiri. Imajinasi adalah gol, manuver, dan performa yang bahkan Rafael Benitez sendiri tak bisa menduga. Bagi saya imajinasi Luis Garcia membuat umpatan “Oh shit!” punya dua definisi berbeda.

April 2005, Liverpool si anak bawang meladeni tim terbaik Italia, Juventus. Masih ingat betul saat itu saya duduk berselimut, anteng di depan TV. Terima kasih kepada Tuhan yang sudah memberi saya anugerah untuk pandai menaruh ekspektasi. Doa saya dini hari itu tak muluk-muluk, jangan sampai dibantai Juve karena di sekolah akan ada satu remaja diledek berjamaah.

Mempermainkan Gianluigi Buffon lewat tembakan lob di luar kotak penalti kala itu tampak seperti sebuah dosa. Bahkan sekedar membayangkannya saja barangkali sudah akan dicatat oleh sekretaris neraka. Tapi malam itu Luis Garcia melakukan dosa berat itu. Di masa itu, membuat Buffon tampak dungu adalah dosa besar di mata Italiano. Bahkan melebihi bersetubuh dengan ipar sendiri selayaknya Ryan Giggs.

Oh shit you Luis Garcia!” umpat seorang remaja yang duduk anteng di depan TV, berselimut.

Umpatan tadi adalah sebuah sarkasme saat Luis Garcia melakukan hal-hal yang bahkan tak masuk ke kepala Yoichi Takahashi untuk komik Kapten Tsubasa-nya. Umpatan tadi kemudian berarti harafiah saat Luis Garcia menampilkan momen-momen bapuk seorang pesepakbola. Luis Garcia Sanz dengan caranya sendiri membuat satu umpatan punya dua makna berbeda.

Mustahil si banyak cingcong Jose Mourinho melupakan Luis Garcia. Jujur, saya adalah satu dari sedikit Kopites yang sampai sekarang masih menganggap sepakan itu masih bisa diperdebatkan. Tetapi, pelanggaran Cech kepada Baros adalah absolut kartu merah dan penalti. Siapapun fans kresek biru yang ngomel soal tadi selalu bungkam oleh argumen terakhir itu.

Jika Luis Garcia adalah musisi lokal, maka ia adalah musisi jalur indie. Ia adalah White Shoes and The Couples yang musiknya memang tidak untuk dinikmati telinga-telinga pasaran. Kali lain ia menjadi Payung Teduh atau Efek Rumah Kaca. Tak terdengar tapi musiknya menempel lama di labia mayora. Ah salah, maksudnya lemari ingatan kepala.

Jika Luis Garcia seorang jurnalis, maka ia adalah Najwa Shihab atau Desi Anwar. Pertanyaannya tak terdeteksi oleh narasumber ataupun konsultannya. Dan jika ia pencuit, Luis Garcia adalah Pidi Baiq yang selalui mencuitkan kicauan aneh nan menggelitik.

Warna sepak bola Luis Garcia tidak akan pernah dipamerkan di galeri Ballon D’Or atau sejenisnya. Ia lebih asyik berdiri di panggung sepi, menyajikan seni yang hanya bisa dinikmati manusia-manusia terpilih. Dan para Kopites adalah kaum yang beruntung terpilih.

Kita pernah memuja Fernando Torres seolah ia adalah Almasih yang menyamar. Luis Garcia ada di sana, memberi jalan bagi Kopites menikmati seni yang berbeda genre. Jika nantinya Torres dipingit Chelsea, Luis Garcia tidak ada di sana untuk ikut dicaci. Tak ada jersey bertuliskan namanya karena memang ia suci.

Pada tingkat sekarang ini, Luis Garcia ada dalam daftar antrian gerbang surga. Jika ia mau masuk neraka, dan jagat raya mendukungnya, Luis Garcia bisa kembali ke musim panas 2006. Ia bisa membelot menjadi pria Prancis, bermain bersama Zinedine Zidane yang lalu berubah menjadi Anthony Le Tallec. Sekedip kemudian Le Tallec KW Super memberinya umpan untuk ia santap dengan tembakan voli. Dejavu bagi Buffon dan Prancis pun mengangkat trofi Piala Dunia bikinan Silvio Gazzaniga.

Esoknya, sekumpulan bandit Italia akan mencegat Luis Garcia dan menyamakan nasibnya dengan Andres Escobar. Satu gelombang suara tembakan peluru meledak di udara, bersamaan dengan umpatan,

Oh shit you Luis Garcia!

©Shesar_Andri, 19 Januari 2014

mengumpat sinis pada tunggal putri China yang jago-jago

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s