20 Menit Dalam 880 Kata

Image

source: @MostarLFC

 

Kick-off – Pertandingan tim kandang dengan seragam merah-merah melawan tim tamu dengan seragam kuning-biru dimulai.

00’00’’-01’00’’ – Sekitar detik 30, di sisi kiri kotak penalti Arsenal, bek jangkung asal Jerman itu secara semena- mena mengira dia cukup pintar untuk menghentikan orang gila Uruguay itu. Dia kurang pintar, sang pengadil memberi tendangan bebas. Kapten tim merah, Steven Gerrard, berdiri di belakang bola siap mengirim bola. Sang kapten mengirim bola… bola yang biadab rupanya! Di ujung destinasi bola bersiap Martin Skrtel, si Slovakia dengan perangai yang amat sangat Eropa Timur. Ia mencetak gol dengan lutut! 1-0 untuk tim merah. Di tayangan ulang, si Slovakia terlihat offside, tapi tak mengapa, masih ada 89 menit untuk keadaan berubah.

04’00’’-05’00’’ – Daniel Sturridge dengan lincah mengelabui saudara jauh dari Spanyol-nya Peter Crouch – yang rupanya lebih kerdil. Daniel menusuk masuk, menembak bola dengan kaki kirinya ke tiang dekat. Oof, penjaga gawang Polandia yang namanya susah disebutkan berhasil menyelamatkan bola. Belum waktunya untuk Daniel menari.

07’00’’-08’00’’ – Simon Mignolet mengalami korsleting di bagian kepalanya dan hampir memberi kesempatan saudara jauh dari Spanyol-nya Peter Crouch untuk mencetak gol. Beruntung Martin Skrtel dengan sigap menyelesaikan masalah tanpa masalah. Rupanya cara kerja Martin Skrtel seperti layaknya televisi jadul, sedikit benturan di bagian kepala, beres.

09’00’’-10’00’’ – Tim merah mendapatkan tendangan pojok di sisi kanan pertahanan tim kuning setelah percobaan umpan silang si pemuda lokal, Jon Flanagan, dipotong kiper tim kuning. Yang mengambil tendangan pojok adalah sang kapten yang juga merupakan pemuda lokal, Steven Gerrard. Gerrard sudah berpartisipasi di gol pertama dengan umpan biadabnya, apakah ini akan menjadi umpan biadabnya yang kedua? Bola sepakan Gerrard mengarah menjauh dari gawang, walau begitu, ada Skrtel yang bergerak bebas dan boom! Bola melayang masuk ke pojok kiri gawang tim kuning! 2-0 dan skenario gol yang sama. Umpan Gerrard tak sebiadab umpan pertama, kali ini yang biadab adalah bagaimana Skrtel membuat bola sundulannya melayang ke pojok kiri gawang. Bentur sedikit kepalanya dan masalah anda dengan Martin Skrtel beres!

11’00’’-12’00’’ – Sebuah quick break apik diperagakan oleh tim merah. Dari Gerrard lalu Coutinho, ke Suarez, sayang Sturridge tidak terlihat seperti ingin menari saat itu.

12’00’’-13’00’’ – Raheem Sterling tancap gas mempermalukan lini pertahanan tinggi dari tim kuning, sedikit membuat keributan di lini pertahanan tim kuning, mengirim umpan silang datar yang hanya dipotong oleh bintang masa depan tim nasional 3 singa. Tendangan pojok. Waktunya untuk sang kapten beraksi lagi mengirim bola biadab. Kali ini ia mengirim bola dengan trajektori yang sama dengan umpan untuk gol kedua Skrtel. Umpan tersebut diterima Luis Suarez, mengontrolnya sekali untuk memastikan, lalu langsung menembak ketika bola berada setengah mengudara. Bolanya membentur tiang sebelah kiri. Begini, ada beberapa hal di dunia yang memang tak ditakdirkan untuk terjadi. Seperti Rhoma Irama jadi presiden, Bu Ani berhenti main instagram, tembakan Carragher di pertandingan terakhirnya, dan yang terakhir adalah kejadian barusan. Seharusnya diadakan kompetisi Tembakan Membentur Tiang Terbaik hanya untuk menghormati Luis Suarez. Tapi melihat Perdana Menteri Inggris saja tak terlalu suka akan Luis Suarez, sepertinya hal itu adalah salah satu dari beberapa hal di dunia yang tak ditakdirkan untuk terjadi.

14’23’’ – Aly Cissokho melakukan tekel. Tekel sebenarnya tekel. Aly Cissokho melakukan sebuah tekel sukses memang layak dapat individual recognition. I mean, it’s Aly fucking Cissokho.

15’00’’-16’00’’ – Mesut Oezil dari tim kuning menerima bola, menggiringnya sedikit, dibayangi Jordan Henderson, digiring sedikit lagi, dan terpleset. Ingat ini Mesut, ketika Jordan Henderson sudah mengunci target, lebih baik relakan saja bolanya untuk yang lain. Jordan Henderson menggiring bola ke ruang kosong yang ditinggalkan pemain-pemain tim kuning, lalu melihat celah dekat Luis Suarez, Henderson menyerahkan bolanya kepada yang lebih berwenang. Suarez melakukan sihirnya sedikit dengan mengirim umpan akurat kepada Raheem Sterling dan 3-0. Siapa yang akan percaya ketika seseorang mengatakan kita akan unggul 3-0 dalam waktu 16 menit sebelum pertandingan dimulai? Bahkan anak kecil pun tak akan percaya. Sterling memberikan pelajaran sedikit kepada Roy Hodgson untuk mulai memanggilnya ke timnas 3 singa dan berhenti memanggil Ashley Young yang lebih sibuk bersenggama dengan rumput.

19’00’’-20’00’’ – Sepertinya Mesut Oezil belum belajar dari kesalahan sebelumnya. Kali ini umpannya dipotong oleh Coutinho dan di sinilah Coutinho melawan hukum alam. Terjadi beberapa keajaiban:

  • Ada celah selebar Terusan Suez di lini pertahanan tim kuning. Anda bisa lihat celah sebesar itu di Google Earth tanpa harus melakukan pembesaran gambar yang berlebihan.
  • Celah lebar itu dilihat Coutinho. Dengan ini dia melakukan keajaiban yang kedua. Saya tak tahu apa yang ada di sepatu Coutinho, atau hanya karena dia memang jenius dari lahir, umpannya begitu sempurna, bisa-bisa Anda tak tertarik lagi akan lawan jenis. Umpan Coutinho yang itu adalah seks, seks indah yang terulang-ulang di benak Anda.
  • Keajaiban ketiga, umpan tersebut diterima Sturridge dan ia mencetak gol. 4-0 dalam 20 menit.

Dan tarian Daniel pun menutup 20 menit brilian tersebut. Para pemain tim kuning menatap nanar tak percaya. Pemain tim merah pun kelihatan lebih tak percaya. Arsene Wenger, pelatih tim kuning, ingin segera pulang mengerjakan PR akuntansinya. Piers Morgan? Mungkin ia sedang mengencingi muka Arsene Wenger di layar televisi-nya.

Steven Gerrard menyebutkan bahwa performa 20 menit tadi sebagai salah satu dari tiga permainan terbaik yang pernah ia mainkan. Kita tak bisa menyangkal, kita yang tak bermain saja bisa begitu merasakan bagaimana briliannya 20 menit tersebut.

Sesuatu yang indah memang biasanya hanya disajikan terbatas. Keterbatasan itu yang membuat keindahan itu semakin indah. Dalam hal ini, 20 menit saja cukup untuk keindahan tersebut. Keindahan courtesy of Brendan Rodgers.

@RPahlevi0503

Advertisements

2 responses to “20 Menit Dalam 880 Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s