Awas, Snorlax Menyusup di Anfield!

photo-7

Di dunia Pokemon, ada satu pokemon yang kelihatan remeh tapi menyebalkan. Snorlax, 500 kg lebih, selalu tertidur dan tampak selayak sand sack. Pokemon super gendut ini akan selalu membuat pokemon jagoanmu tertidur dan bermimpi Soekarno adalah Raja Inggris. Dan Snorlax sendiri juga hobi tidur. Bedanya, saat ngorok itu HP-nya otomatis kembali penuh. Percaya atau tidak, melawan Ruby Weapon di Final Fantasy VII terasa lebih remeh daripada pokemon satu ini.

April Mop lalu Snorlax bisa dicari di dunia nyata, terima kasih untuk ide jenius Google pada Maps mereka. Dan entah bagaimana saya punya pandangan ada konspirasi dukun Afrika dengan  para Zionis. Snorlax mereka sembunyikan di kota pelabuhan Liverpool.

Dasar pandangan saya ada menyebarnya tagar #MakeUsDream di kota itu, yang kemudian mempengaruhi akun Twitter salah seorang penggawa Beritagar, di Indonesia yang ribuan mil jauhnya. Kebetulankah? Naif sekali.

Snorlax memakai skill Yawn untuk membuat Anfield dan radius 10 km di sekitarnya tertidur. Jika tidak, mana mungkin mereka punya mimpi saat ini The Reds menggigil di pucuk bukit klasemen? Pernah membayangkan klub gurem duduk di singgasana? Melek, kita tidak sedang bicara Indonesia Super League.

Jon Flanagan adalah Onyx, pokemon karang, yang sedang menyamar. Tidak? Jangan bercanda, mana mungkin Flanno bisa memasukkan Aaron Lennon dan Juan Mata ke dalam sakunya? Coba saja memuji Flanno di satu bar di Brazil, jika ada Donieber Alexander Marangon alias Doni, Anda pasti ditertawakan. Itu jika Anda beruntung, jika tidak siap-siap saja kena tonjok.

“Flanno membuat saya tampak bodoh dan mendapat kartu merah!” itu adalah umpatan Doni kalau Anda coba-coba memuji Flanno.

Para Pokemon Master pasti sudah paham bahwa Mewtwo ikut bermain di tim, mengenakan kulit Raheem Sterling. Dengan kekuatan psikisnya Mewtwo bisa berlari lebih cepat dari pemain-yang-namanya-susah-dieja-tapi-diperebutkan-banyak-timnas. Tidak, saya tidak bicara tentang Adnan Januzaj.

Saya suka bagaimana Mewtwo memakai skill Harden untuk membuat tubuhnya kokoh. Dan syukur alhamdulillah dia memakai otaknya, walaupun nama Raheem Sterling tidak punya unsur kecerdasan semisal clever atau yang sejenis.

Entah bagaimana ceritanya sampai bisa ada serangan fajar seperti ini. Sejak kapan amplop yang seharusnya berisi uang itu malah berisi bunga tidur? Tidak? Jika ini bukan mimpi bagaimana cara Anda menjelaskan ramainya program studi Sejarah oleh warga Manchester?

Brendan Rodgers? Dia juga produk mimpi. Di dunia nyata, manajer sepak bola brilian cuma monopoli Jose Mourinho. Betul, Jose yang cuma berani menangani tim-tim besar, atau setidaknya yang punya uang tak berseri. Tapi di mimpi kita malah melihat Rodgers bersaing dengan Diego Simeone mengejar gelar Manajer Terbaik Tahun Ini.

Berbahagialah kalian, Snorlax tidak membuat Kopites bertemu Siluman Mimpi. Sun Go Kong sedang berlibur dan tak mau ambil pusing dengannya. Siluman Mimpi kabarnya sedang gemar menonton langsung di stadion, di bangku khusus jurnalis. Alih-alih mengolah berita, ia suka mengatur pertandingan demi kemenangan di meja taruhan.

Andai dia ada, mustahil pasukan Rodgers bisa menang 9-0 dari San Antonio Spurs. Dan mustahil pula menelanjangi David Moyes dengan skor 0-3 di Theater of Dream. Lihat kan ada kata dream di sana? Jelaslah adegan reka ulang Gerrard mencium kamera hanyalah kembang tidur semata. Seriously man, The All Time Great David Moyes thrashed three nil down at Old Trafford? It was Snorlax well-done job.

Tak ada yang abadi. Skill Yawn sekalipun akan memudar efeknya. Berdasarkan perhitungan seorang dukun Afrika, efek skill itu akan punah pada Minggu sore yang cerah di Anfield. Tepatnya sesuai melawan Pasukan Tina Toon, pukul 17.00 Waktu Greenwich Bagian Tega.

Di situ publik Manchester akan kecewa karena tak lagi bisa membuat ciuman Gerrard ke kamera sebuah meme. Dan fakultas Sejarah Universitas Oxford akan kebanjiran mahasiswa. Mereka akan disambut Anggun dan suara jempolannya:

“Melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi. Terlelap dalam lautan emosi. Setelah aku sadar diri kau telah jauh pergi. Tinggalkan mimpi yang tiada bertepi,”.

 

©Shesar_Andri, 4 April 2014

Jakarta, sesaat sebelum Ama-chan tayang di tipi

Advertisements

One response to “Awas, Snorlax Menyusup di Anfield!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s