Gerrard Taek!

Steven Gerrard

Jose Mourinho duduk di kursinya. Ia masih gondok karena harusnya Chelsea yang ada di final saat ini. Harusnya Didier Drogba bersua Paolo Maldini, harusnya Petr Cech ambil panggung melawan maharaja Andriy Shevchenko. Kok ya bisa-bisanya malah bek semodel Djimi Traore yang manggung di final Liga Champions. Melawan AC Milan pula, raja Eropa kedua sesudah Real Madrid. Ya Tuhan, Traore. Mourinho masih kerap geleng-geleng kepala tiap menyebut nama itu.

Mourinho sadar ia bermulut besar dan hobi gertak sambal. Kesukaan lainnya adalah ogah mengakui kesalahan kalau warnanya masih abu-abu. Seumur hidup ia bersumpah menolak keabsahan gol Luis Garcia ke gawang Cech di semifinal. Toh segondok apapun, dia tak bisa mengabaikan laga final ini.

Andai pintu kamar tidak dikunci istrinya, tentu Mourinho sudah ada di ranjang dan berselimut senang. Buat apa menonton babak kedua? Milan pasti menang. Ancelotti pasti jaya. Nasib sial saja yang mengharuskannya menonton sisa laga.

“Alah cuma satu gol, tak masalah,” gumamnya ketika Steven Gerrard mencetak gol pertama. Dalam hati dia senang Gerrard mencetak gol. Dia memang benci tim itu, dia benci Rafael Benitez, tapi dia tidak bisa begitu kepada sang kapten. Yang ada malah ia mendambakan Gerrard mengapteni timnya.

“Anyiiiiiing!” kali ini dia sedikit berteriak. Alasannya? Tepisan Jerzy Dudek untuk sepakan penalti Shevchenko. Tapi sekali lagi, ia tidak bisa membenci pemandangan Gerrard mengangkat trofi yang setahun lalu juga ia angkat. Mourinho tersenyum saat pria asli Liverpool itu bungah menciumi Si Kuping Besar.

 

2005

Mourinho duduk satu meja dengan Gerrard.

“Gini Jerat, gue buka-bukaan aja. Lo masuk ke rencana gue ke depan buat Chelsea. Gue pengen lo jadi motor tim ini. Lo bakal megang kunci permainan gue. Cuma lo yang bisa main jadi box-to-box, gelandang bertahan, dan main di belakang Drogba.

“Lampard? Dia emang jago, tapi tetep nggak lebih komplet dari lo. Gue ada rencana sendiri buat dia. Gak usah percaya mitos, gue tahu kalian bisa main bareng. Bersama Chelsea dan gue, lo bakal dapat banyak gelar. Mau juara liga? Kecil. Juara Champions lagi? Susah emang, tapi kalau lo gabung, cincay lah.

“Gaji lo bakal naik banyak lah. Tiga kali lipat pun si boss gak masalah. Inget Rat, lo udah punya anak. Kebutuhan lo naik. Lo kudu sekolahin anak, bayarin salon istri lo. Belum lagi buat beli keripik pedes kesukaan lo yang kudu diimpor dari Cimahi. Mahal keleus,”

Mou mempersilakan Jerat pulang. Ia tahu Gerrard mempertimbangkan tawarannya.

Betul saja, beberapa hari usai percakapan itu media ramai oleh rencana kepindahan Gerrard ke Chelsea. Mou senyam-senyum. Tinggal sentil sedikit lagi dan impiannya tercapai. Sudah terbayang headline koran dua-tiga musim ke depan.

“Mourinho Membuktikan Lampard-Gerrard Bisa Dipadukan!” tulis media Inggris.

“Lampard-Gerrard, Duet Terbaik dalam Sejarah!” kata koran Wales.

“Lupakan Tsubasa-Misaki! Ada Gerrard-Lampard!” yang ini jelas dari Jepang.

“Gerrard-Lampard Alus Pisan!” sayang Mou tak pernah membaca Pikiran Rakyat.

Lalu semua buyar saat bujukan ayah Gerrard datang. Mou gondok. Kzl.

 

2008

“Lihat kan? Lo dapet apa kalau terus-terusan di Liverpool? Umur lo udah 28, bentar lagi udah kepala tiga. Waktu lo tinggal dikit buat bisa dapet gelar Liga Inggris. Makan sikit lah pizza lo, keburu adem.

“Rencana gue buat lo tetep sama. Lo jadi motor utama tim. Cambiasso bisa jagain lo persis kaya Mascherano. Pokoknya lo main sebebas lo. Kerahin semua yang lo punya deh. Sisanya biar diurus sama Zlatan.

“Eh omong-omong si Zlatan ngefans sama lo. Dia kayanya mikir lo bawa hoki di Champions. Terus dia juga ngerasa bakal nularin hokinya di liga buat lo. Congkak emang, tapi itu orang jagonya kelewatan. Masa lo gak pengen jadi juara sih? CV lo jelek ntar,”.

Mou tahu Gerrard akan jadi pemain sangat penting di Inter Milan. Dia sudah membayangkan kombinasi Gerrard-Zlatan. Yang satu jago umpan, yang satu kelewat jago nembak sama akrobat. Nikmat dunia bola mana lagi yang kau dustakan?

Jurus Mou lain adalah tawaran bermain bersama Javier Zanetti. Bek kanan paling hebat dan paling diremehkan. Mou sudah bisa mengimajinasikan Zanetti dan Gerrard berada dalam satu tim. Ia akan jadi pelatih yang lebih agung dari Alex Ferguson. Kok bisa? Ya karena ia bisa menyatukan dua pemain yang tidak pernah pindah ke lain tukang cukur dalam satu tim.

“Zanetti dan Gerrard Bermain Bersama. Dua Legenda dalam Satu Paket!” sebuah headline di salah satu majalah gaya rambut ternama.

Mou akan jadi pujaan fans Inter. Dan ini adalah Milan, kota mode. Maka rumusnya, ia juga akan diagungkan seisi kota yang paham keagungan kesetiaan tahunan pada satu gaya rambut.

Lagi-lagi itu cuma bayangan saja.

 

2010

“Belum pernah seumur hidup gue tiga kali minta pemain buat gabung tim gue. Cuma lo satu-satunya Rat, cuma lo. Lo udah 30 tahun. Lo gak bisa bilang lo masih muda, kecuali lo delusional banget kalo lo geek yang bikin startup bukannya pemain bola.

“Masa lo gak pengen main bareng Alonso lagi? Yakin? Gak ada duet gelandang yang sebagus kalian. Kalaupun dulu lo jadi duet sama Lampard, gue tetep yakin Alonso lah pasangan terbaik lo. Gantinya Mascherano? Cincay lah, yang model grasak-grusuk kaya dia banyak. Gue tinggal bilang ke si boss juga entar dibeliin.

“Gaji lo juga naik banyak. Anak lo kan udah ada dua, kebutuhan lo makin banyak kan. Dan gue jaminin titit gue boleh lo potong nih ya, lo bakal dapet gelar juara liga di sini. Mulut gue emang gede, tapi kaya lo lihat sendiri gue selalu bisa kasih gelar liga. Bener? Gak usah denial deh.

…..

“Hahaha. Apa? Lo bilang gak ada artinya juara liga kalau gak sama Liverpool? Lo bilang jadi juara bareng pemain top macem Ronaldo, Casillas itu gak menantang? Jalan mudah? Naif ah lho.

“Jadi lo lebih milih catatan lo nihil daripada jadi juara sama tim lain? Kalau gue kasih privilese lo boleh milih mau main sama siapa? Lo bisa bilang sendiri mau digaji berapa? Masih gak mau? Hahahaha. Taek!”

gambar: Mirror

©Shesar_Andri

ikut bikin tribut biar kekinian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s