Percayalah, Kalian Tak Tahu Apa-apa

adam-lallana-celeb-victory-arsenal-liverpool-premier-league_3764881

“Lallana ini memang ndak boleh lagi main bola. Pensiun aja sana!” ujar Tono, 19, sesaat setelah gelandang Inggris itu membuat bola kembali dikuasai Arsenal untuk entah ke berapa kalinya. Salah satu bola yang lepas itu malah berbuah gol untuk Walcott yang punya ruang seluas apartemen selingkuhan pejabat sebelum menendang bola melewati Mignolet.

Memasuki rehat babak pertama, Tono beserta teman-temannya di internet yang tak pernah ia temui minta Lallana diganti. Begitu juga Wijnaldum. Lallana sudah bukan lagi pemain bola dan Wijnaldum adalah transfer gagal Liverpool yang kesekian kalinya. Harusnya Klopp beli itu Dahoud atau siapalah itu yang Tono belum pernah lihat dia main secara langsung – setidaknya di Youtube terlihat bagus dan itu buatnya terlihat lebih tahu banyak tentang sepak bola di depan teman-temannya.

Peluit babak kedua dibunyikan dan Tono tak sabar untuk menemukan kambing hitam lainnya yang bisa ia temukan. “Lallana masih main? Moreno? Wijnaldum? Klopp ini tahu apa sih sebenernya,” cerocos Tono setelah melihat tidak ada pergantian pemain di babak kedua. Saat itu, teman kita yang satu ini yakin Liverpool akan kalah dengan Rob Holding mencetak gol penentu kekalahan.

Oh, betapa Tono tahu banyak.

Kita semua tahu apa yang terjadi beberapa saat setelah babak kedua tersebut dimulai.

***

Plato, salah satu orang paling sok tahu di dunia (setidaknya bagi Tono), pernah berkata, “Aku adalah orang paling bijaksana, karena aku tahu satu hal yaitu aku tidak tahu apa-apa.” Beberapa mungkin bilang Socrates yang mengatakan itu – kutipan tersebut bahkan sering disebut paradoks Socrates. Namun, tak ada yang mencatat Socrates pernah mengatakan itu, setidaknya begitu tertulis di Wikipedia (maafkan kualitas referensi penulis, ya).

Bukan, bukan. Kita tidak akan membahas siapa yang berkata apa di sini. Yang akan dibahas adalah kebijaksanaan yang dimaksud Plato (atau Socrates) di atas.

Sejak mengalir derasnya informasi, penggemar sepak bola seakan-akan menjadi manusia paling tahu sedunia. Hal ini diperparah pula dengan permainan simulasi pelatih sepakbola yang membuat banyak penggemar sepak bola yang hidupnya menyedihkan itu mendekam di kamar berbulan-bulan.

Ke-sok-tahu-an ini pun menjangkiti banyak penggemar Liverpool di dunia. Ke-sok-tahu-an inilah yang meminta Benitez dipecat. Sejak itu, ke-sok-tahu-an ini pun menjadi semakin akut. Kedatangan Hodgson yang pada Euro kemarin buat Harry Kane menjadi penendang sepak pojok membuat penggemar Liverpool di atas angin untuk mengutuk pelatih mereka. Setelah Hodgson, datang Kenny, lalu Rodgers, tak ada yang bisa membungkam penonton-penonton layar kaca ngehe ini.

Siapa yang tahu kesemenjanaan buat banyak orang merasa paling tahu sedunia?

Setelah Rodgers akhirnya dipecat dan FSG bosan terlihat seperti pemilik klub yang pelit, mereka akhirnya mengontrak seorang pelatih yang jauh lebih pengalaman. Juergen Klopp pun datang, mengisi kekosongan posisi yang tak pernah sebenarnya diisi sejak Benitez pergi. Walau begitu, kedatangan seorang pelatih yang membawa Dortmund menghentikan kedigdayaan Muenchen nyatanya tidak lantas membahagiakan penggemar-penggemar ngehe tersebut.

Dalam susunan pemain, tidak banyak yang diotak-atik Klopp. Dua jendela transfer dilalui dan Klopp hanya memasukkan pemain yang benar-benar ia butuhkan. Dalam pertandingan kemarin hanya ada tiga pemain baru yang dimainkan oleh Klopp. Ragnar Klavan bahkan sebenarnya dimainkan sebagai pelapis Sakho yang cedera. Kambing-kambing hitam penggemar seperti Lovren, Lallana, Milner, dan lain-lain itu pun masih dipertahankan.

Namun, hal yang dilakukan Klopp lebih dari itu (dan lebih menghemat kocek FSG). Dengan mudahnya Klopp menunjukkan betapa mediokernya Rodgers dengan memunculkan penampilan-penampilan terbaik dari pemain-pemain yang sebelumnya begitu menyenangkan untuk disalahkan.

Di paruh kedua musim lalu, Milner menjadi pencatat assist terbanyak melebihi Mesut Oezil. Iya, ini James Milner yang sama dengan yang sebelumnya jadi penghias bangku cadangan di Man City. Lallana, walau terkadang masih suka menghabiskan waktu terlalu banyak dengan bola, menunjukkan betapa briliannya dia. Terakhir, Lovren. Mencetak gol kemenangan melawan Dortmund di Europe League rasanya menunjukkan seberapa jauh perubahan dari Lovren.

Perubahan pemain-pemain tersebut beserta perkembangan pemain seperti Emre Can tak hanya menunjukkan bagaimana pelatih bagus dapat membawa tim ke mana. Hal tersebut juga menunjukkan fakta yang begitu jelas tetapi tak pernah disadari: kita tidak pernah tahu apa-apa.

***

Semua artikel-artikel yang membahas taktik, permainan macam FIFA dan PES, juga simulasi pelatih sepakbola, sepertinya tak ada yang benar-benar buat kita lebih tahu dari pelatih sepak bola sebenarnya (ndak, Koch Justin itu ndak termasuk). Terutama pelatih macam Klopp. Banyak hal dalam situasi sebenarnya yang tak kita ketahui dan tak akan pernah. Tak ada yang salah dengan artikel-artikel taktik dan main FM, tapi betapa bodohnya kamu jika kamu kira kamu tahu banyak dengan itu.

Kembali ke kutipan yang diucapkan Plato (atau Socrates) di atas, sesungguhnya menjadi bijaksana atau tidak adalah pilihanmu. Siapa Plato dengan semena-mena menentukan tolok ukur kebijaksanaan? Kamu dan Tono masih bisa menjadi bijaksana (setidaknya dalam definisi kalian sendiri) dan tetap menganjing-anjingi pemain Liverpool sampai juara liga.

Namun, bebasnya sikapmu juga berarti bebasnya sikapku. Kamu dan Tono bebas berkata apapun tentang pemain Liverpool dan Juergen Klopp, dan saya bebas menilai kalian. Bebas sebebas-bebasnya karena, bagi saya, kalian tak lebih dari kimcal-kimcil dengan smartphone butut yang layarnya mulai pecah-belah.

Ya, bahkan kultus Hendo HTRZ itu.

(sumber foto: skysports.com)

 

Ditulis sama @RPahlevi0503. Datengin aja terus ajak gelut.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s